Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode,biasanya selama satu tahun.
Konsep pendapatan nasional pertama kali dicetuskan oleh Sir William Petty dari Inggris yang berusaha menaksir pendapatan nasional negaranya(Inggris) pada tahun 1665. Dalam perhitungannya, ia menggunakan anggapan bahwa pendapatan nasional merupakan penjumlahan biaya hidup (konsumsi) selama setahun. Namun, pendapat tersebut tidak disepakati oleh para ahli ekonomi modern, sebab menurut pandangan ilmu ekonomi modern, konsumsi bukanlah satu-satunya unsur dalam perhitungan pendapatan nasional. Menurut mereka, alat utama sebagai pengukur kegiatan perekonomian adalah Produk Nasional Bruto (Gross National Product, GNP), yaitu seluruh jumlah barang dan jasa yang dihasilkan tiap tahun oleh negara yang bersangkutan diukur menurut harga pasar pada suatu Negara
Konsep
Berikut adalah beberapa konsep pendapatan nasional
• Produk Domestik Bruto (GDP)
Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor.
Pendapatan nasional merupakan salah satu ukuran pertumbuhan ekonomi suatu negara
• Produk Nasional Bruto (GNP)
Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.
• Produk Nasional Neto (NNP)
Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (sering pula disebut replacement). Replacement penggantian barang modal/penyusutan bagi peralatan produski yang dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil.
• Pendapatan Nasional Neto (NNI)
Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll.
• Pendapatan Perseorangan (PI)
Pendapatan perseorangan (Personal Income)adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment). Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu, contoh pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para pengangguran, bekas pejuang, bunga utang pemerintah, dan sebagainya. Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan, NNI harus dikurangi dengan pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar setiap badan usaha kepada pemerintah), laba yang tidak dibagi (sejumlah laba yang tetap ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu misalnya keperluan perluasan perusahaan), dan iuran pensiun (iuran yang dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja dan setiap perusahaan dengan maksud untuk dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut tidak lagi bekerja).
• Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)
Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposable income ini diperoleh dari personal income (PI) dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan.
Distribusi pendapatan dan kemiskinan
Dalam distribusi pendapatan baik antarkelompok berpendapatan, antardaerah perkotaan dan daerah pedesaan, atau antarkawasan dan propinsi dan kemiskinan merupakan dua masalah yang masih mewarnai perekonomian Indonesia Pada awal pemerintahan orde baru, perencanaan pembangunan ekonomi di Indonesia masih sangat percaya bahwa apa yang dimaksud dengan trickle down effect akan terjadi. Oleh karena itu, strategi pembangunan diterapkan oleh pemerintah pada awal periode orde baru hingga akhir tahun 1970-an terpusatkan pada pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Untuk mencapai tujuan tersebut maka pusat pembangunan dimulai di Pulau Jawa, khususnya Propinsi Jawa Barat, karena fasilitas seperti infrastruktur lebih tersedia dibandingkan dipropinsi lainnya di Indonesia dan di beberapa propinsi hanya dibeberapa sector saja yang bisa dengan cepat memberi pertumbuhan misalnya sector primer dan industri berat. Setelah sepuluh tahun pelita I dimulai, mulai kelihatan bahwa efek yang dimaksud itu mungkin tidak dapat dikatakan sama sekali tidak ada, tetapi proses mengalir kebawahnya sangat lamban. Sebagai akibatnya, Indonesia menikmati laju pertumbuhan yang relatif tinggi, tetapi pada waktu yang bersamaan tingkat kesenjangan semakin membesar dan jumlah orang miskin semakin banyak. Tepatnya setelah pelita III, strategi pembangunan mulai diubah. Tidak hanya pertumbuhan tetapi juga kesejahteraan masyarakat, tidak hanya dijawa, tetapi juga diluar jawa, menjadi kesejahteraan masyarakat, misalnya dengan mengembangkan industri yang padat karya dan sector pertanian . hingga saat ini sudah banyak program pemerintah yang berorientasi mengurangi kemiskinan, seperti inpres pedesaan, transmigrasi, dan masih banyak lagi. Masalah kesenjangan ekonomi (pendapatan) dan kemiskinan di Indonesia akan dibahas. Faktor-faktor yang menyebabkan kesenjangan dan kemiskinan tetap ada ditanah air walaupun pembangunan ekonomi berjalan terus dan Indonesia memiliki laju pertumbuhan yang relatif tinggi.
Penghitungan
Jasa perbankan turut memengaruhi besarnya pendapatan nasional
Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu:
• Pendekatan pendapatan, dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan (upah, sewa, bunga, dan laba) yang diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu negara selama satu periode tertentu sebagai imbalan atas faktor-faktor produksi yang diberikan kepada perusahaan.
• Pendekatan produksi, dengan cara menjumlahkan nilai seluruh produk yang dihasilkan suatu negara dari bidang industri, agraris, ekstraktif, jasa, dan niaga selama satu periode tertentu. Nilai produk yang dihitung dengan pendekatan ini adalah nilai jasa dan barang jadi (bukan bahan mentah atau barang setengah jadi).
• Pendekatan pengeluaran, dengan cara menghitung jumlah seluruh pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara selama satu periode tertentu. Perhitungan dengan pendekatan ini dilakukan dengan menghitung pengeluaran yang dilakukan oleh empat pelaku kegiatan ekonomi negara, yaitu: Rumah tangga (Consumption), pemerintah (Government), pengeluaran investasi (Investment), dan selisih antara nilai ekspor dikurangi impor (X − M)
Rumus menghitung pertumbuhan ekonomi adalah sebagai berikut :
g = {(PDBs-PDBk)/PDBk} x 100%
g = tingkat pertumbuhan ekonomi PDBs = PDB riil tahun sekarang PDBk = PDB riil tahun kemarin
Contoh soal :
PDB Indonesia tahun 2008 = Rp. 467 triliun, sedangkan PDB pada tahun 2007 adalah = Rp. 420 triliun. Maka berapakah tingkat pertumbuhan ekonomi pada tahun 2008 jika diasumsikan harga tahun dasarnya berada pada tahun 2007 ?
jawab :
g = {(467-420)/420}x100% = 11,19
Manfaat
Selain bertujuan untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu negara dan untuk mendapatkan data-data terperinci mengenai seluruh barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara selama satu periode, perhitungan pendapatan nasional juga memiliki manfaat-manfaat lain, diantaranya untuk mengetahui dan menelaah struktur perekonomian nasional. Data pendapatan nasional dapat digunakan untuk menggolongkan suatu negara menjadi negara industri, pertanian, atau negara jasa. Contohnya, berdasarkan pehitungan pendapatan nasional dapat diketahui bahwa Indonesia termasuk negara pertanian atau agraris, Jepang merupakan negara industri, Singapura termasuk negara yang unggul di sektor jasa, dan sebagainya.
Disamping itu, data pendapatan nasional juga dapat digunakan untuk menentukan besarnya kontribusi berbagai sektor perekomian terhadap pendapatan nasional, misalnya sektor pertanian, pertambangan, industri, perdaganan, jasa, dan sebagainya. Data tersebut juga digunakan untuk membandingkan kemajuan perekonomian dari waktu ke waktu, membandingkan perekonomian antarnegara atau antardaerah, dan sebagai landasan perumusan kebijakan pemerintah.
Faktor yang memengaruhi
• Permintaan dan penawaran agregat
Permintaan agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan permintaan terhadap barang-barang dan jasa sesuai dengan tingkat harga. Permintaan agregat adalah suatu daftar dari keseluruhan barang dan jasa yang akan dibeli oleh sektor-sektor ekonomi pada berbagai tingkat harga, sedangkan penawaran agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan penawaran barang-barang dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan dengan tingkat harga tertentu.
Konsumsi merupakan salah satu faktor yang memengaruhi pendapatan nasional
Jika terjadi perubahan permintaan atau penawaran agregat, maka perubahan tersebut akan menimbulkan perubahan-perubahan pada tingkat harga, tingkat pengangguran dan tingkat kegiatan ekonomi secara keseluruhan. Adanya kenaikan pada permintaan agregat cenderung mengakibatkan kenaikan tingkat harga dan output nasional (pendapatan nasional), yang selanjutnya akan mengurangi tingkat pengangguran. Penurunan pada tingkat penawaran agregat cenderung menaikkan harga, tetapi akan menurunkan output nasional (pendapatan nasional) dan menambah pengangguran.
• Konsumsi dan tabungan
Konsumsi adalah pengeluaran total untuk memperoleh barang-barang dan jasa dalam suatu perekonomian dalam jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun), sedangkan tabungan (saving) adalah bagian dari pendapatan yang tidak dikeluarkan untuk konsumsi. Antara konsumsi, pendapatan, dan tabungan sangat erat hubungannya. Hal ini dapat kita lihat dari pendapat Keynes yang dikenal dengan psychological consumption yang membahas tingkah laku masyarakat dalam konsumsi jika dihubungkan dengan pendapatan.
• Investasi
Pengeluaran untuk investasi merupakan salah satu komponen penting dari pengeluaran agregat.
Selasa, 12 April 2011
tugas 2
a. Teori Strategi Pembangunan
Strategi Penataan Kembali Indonesia yang diarahkan untuk menyelamatkan system ketatanegaraan Republik Indonesia berdasarkan semangat, jiwa, nilai, dan consensus dasar yang melandasi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang meliputi Pancasila; Undang-Undang Dasar 1945 (terutama Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945); tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan tetap berkembangnya pluralisme dan keberagaman dengan prinsip Bhineka Tunggal Ika;
Strategi Pembangunan Indonesia yang diarahkan untuk membangun Indonesia disegala bidang yang merupakan perwujudan dari amanat yang tertera jelas dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 terutama dalam pemenuhan hak dasar rakyat dan penciptaan landasan pembangunan yang kokoh.
b. Strategi Pembangunan Indonesia
Paradigma Pembangunan untuk Semua dalam konteks Indonesia, kata SBY, hanya dapat dilakukan dengan menerapkan enam strategi dasar pembangunan.
Pertama, menerapkan strategi pembangunan yang inklusif, yang menjamin pemerataan dan keadilan, serta mampu menghormati dan menjaga keberagaman rakyat Indonesia.
“Dalam kerangka pembangunan yang inklusif ini, pemerintah telah menjalankan berbagai macam kebijakan. Di antaranya Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri,” ujarnya.
Kedua, pembangunan Indonesia haruslah berdimensi kewilayahan.
Ketiga, menciptakan integrasi ekonomi nasional dalam era globalisasi.
Keempat, pengembangan ekonomi lokal di setiap daerah, guna membangun ekonomi domestik yang kuat secara nasional.
Strategi pembangunan kelima adalah keserasian antara pertumbuhan dan pemerataan, atau Growth with Equity. Oleh sebab itu, pemerintah menerapkan Program Keluarga Harapan (PKH), , BLT, Jamkesmas, BOS, dan Kredit Usaha Kecil (KUR). “Strategi demikian juga merupakan koreksi atas kebijakan pembangunan terdahulu, yang dikenal dengan trickle down effect,” ujarnya.
Adapun strategi yang terakhir adalah pembangunan yang menitik-beratkan pada kemajuan kualitas manusianya. Manusia Indonesia bukan sekedar obyek pembangunan, melainkan justru subyek pembangunan. Sumber daya manusia menjadi aktor dan sekaligus fokus tujuan pembangunan, sehingga dapat dibangun kualitas kehidupan manusia Indonesia yang makin baik.
c. Rencana Pembangunan Indonesia
Gambaran yang lebih jelas tentang arah yang dituju dalam pembangunan Indonesia dapat dibaca dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025. Dalam RPJPN tersebut telah ditetapkan bahwa visi pembangunan adalah “Indonesia yang mandiri, maju, adil dan makmur”. “Mandiri” artinya mampu mewujudkan kehidupan sejajar dan sederajat dengan bangsa lain dengan mengandalkan pada kemampuan dan kekuatan sendiri. “Maju” dapat diukur dari kualitas SDM, tingkat kemakmuran, kemantapan sistem dan kelembagaan politik dan hukum. Sedangkan “Adil” dicerminkan oleh tidak adanya diskrimasi dalam bentuk apapun, baik antar individu, gender, maupun wilayah. Sementara “Makmur” dapat diukur dari tingkat pemenuhan seluruh kebutuhan hidup.
Dalam RPJPN 2005 – 2025 juga telah ditetapkan misi pembangunan yaitu :
1. Mewujudkan masyarakat berakhlak mulia, bermoral, beretika, berbudaya, dan beradab berdasarkan falsafah Pancasila.
2. Mewujudkan bangsa yang berdaya saing.
3. Mewujudkan masyarakat demokratis berlandaskan hukum.
4. Mewujudkan Indonesia aman, damai, dan bersatu.
5. Mewujudkan pemerataan pembangunan dan berkeadilan.
6. Mewujudkan Indonesia asri dan lestari.
7. Mewujudkan Indonesia menjadi negara kepulauan yang mandiri, maju, kuat, dan berbasiskan kepentingan nasional.
8. Mewujudkan Indonesia berperan penting dalam pergaulan dunia internasional.
Untuk mencapai misi tersebut, telah ditetapkan pula 4 tahapan pembangunannya, yaitu :
1. Dalam RPJMN 1 (2005 – 2009) dilakukan penataan kembali NKRI, membangun Indonesia yang aman dan damai, yang adil dan demokratis, dengan tingkat kesejahteraan yang lebih baik.
2. RPJMN 2 (2010 – 2014) ditujukan untuk memantapkan penataan kembali NKRI, meningkatkan kualitas SDM, membangun kemampuan iptek, dan memperkuat daya saing perekonomian.
3. Sedangkan target dalam RPJMN 3 (2015 – 2019) adalah memantapkan pembangunan secara menyeluruh dengan menekankan pembangunan keunggulan kompetitif perekonomian yang berbasis SDA yang tersedia, SDM yang berkualitas, serta kemampuan iptek.
4. Pada tahapan terakhir, RPJMN 4 (2020 – 2024) diharapkan terwujudnya masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil dan makmur melalui percepatan pembangunan di segala bidang dengan struktur perekonomian yang kokoh belandaskan keunggulan kompetitif.
Dalam pembangunan daya saing bangsa, RPJPN 2005 – 2025 menetapkan arahnya yaitu :
1. Pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas.
2. Penguatan perekonomian domestik dengan orientasi dan berdaya saing global.
3. Penguasaan, pengembangan, dan pemanfaatan iptek.
4. Pembangunan sarana dan prasarana yang memadai dan maju.
Strategi Penataan Kembali Indonesia yang diarahkan untuk menyelamatkan system ketatanegaraan Republik Indonesia berdasarkan semangat, jiwa, nilai, dan consensus dasar yang melandasi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang meliputi Pancasila; Undang-Undang Dasar 1945 (terutama Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945); tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan tetap berkembangnya pluralisme dan keberagaman dengan prinsip Bhineka Tunggal Ika;
Strategi Pembangunan Indonesia yang diarahkan untuk membangun Indonesia disegala bidang yang merupakan perwujudan dari amanat yang tertera jelas dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 terutama dalam pemenuhan hak dasar rakyat dan penciptaan landasan pembangunan yang kokoh.
b. Strategi Pembangunan Indonesia
Paradigma Pembangunan untuk Semua dalam konteks Indonesia, kata SBY, hanya dapat dilakukan dengan menerapkan enam strategi dasar pembangunan.
Pertama, menerapkan strategi pembangunan yang inklusif, yang menjamin pemerataan dan keadilan, serta mampu menghormati dan menjaga keberagaman rakyat Indonesia.
“Dalam kerangka pembangunan yang inklusif ini, pemerintah telah menjalankan berbagai macam kebijakan. Di antaranya Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri,” ujarnya.
Kedua, pembangunan Indonesia haruslah berdimensi kewilayahan.
Ketiga, menciptakan integrasi ekonomi nasional dalam era globalisasi.
Keempat, pengembangan ekonomi lokal di setiap daerah, guna membangun ekonomi domestik yang kuat secara nasional.
Strategi pembangunan kelima adalah keserasian antara pertumbuhan dan pemerataan, atau Growth with Equity. Oleh sebab itu, pemerintah menerapkan Program Keluarga Harapan (PKH), , BLT, Jamkesmas, BOS, dan Kredit Usaha Kecil (KUR). “Strategi demikian juga merupakan koreksi atas kebijakan pembangunan terdahulu, yang dikenal dengan trickle down effect,” ujarnya.
Adapun strategi yang terakhir adalah pembangunan yang menitik-beratkan pada kemajuan kualitas manusianya. Manusia Indonesia bukan sekedar obyek pembangunan, melainkan justru subyek pembangunan. Sumber daya manusia menjadi aktor dan sekaligus fokus tujuan pembangunan, sehingga dapat dibangun kualitas kehidupan manusia Indonesia yang makin baik.
c. Rencana Pembangunan Indonesia
Gambaran yang lebih jelas tentang arah yang dituju dalam pembangunan Indonesia dapat dibaca dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025. Dalam RPJPN tersebut telah ditetapkan bahwa visi pembangunan adalah “Indonesia yang mandiri, maju, adil dan makmur”. “Mandiri” artinya mampu mewujudkan kehidupan sejajar dan sederajat dengan bangsa lain dengan mengandalkan pada kemampuan dan kekuatan sendiri. “Maju” dapat diukur dari kualitas SDM, tingkat kemakmuran, kemantapan sistem dan kelembagaan politik dan hukum. Sedangkan “Adil” dicerminkan oleh tidak adanya diskrimasi dalam bentuk apapun, baik antar individu, gender, maupun wilayah. Sementara “Makmur” dapat diukur dari tingkat pemenuhan seluruh kebutuhan hidup.
Dalam RPJPN 2005 – 2025 juga telah ditetapkan misi pembangunan yaitu :
1. Mewujudkan masyarakat berakhlak mulia, bermoral, beretika, berbudaya, dan beradab berdasarkan falsafah Pancasila.
2. Mewujudkan bangsa yang berdaya saing.
3. Mewujudkan masyarakat demokratis berlandaskan hukum.
4. Mewujudkan Indonesia aman, damai, dan bersatu.
5. Mewujudkan pemerataan pembangunan dan berkeadilan.
6. Mewujudkan Indonesia asri dan lestari.
7. Mewujudkan Indonesia menjadi negara kepulauan yang mandiri, maju, kuat, dan berbasiskan kepentingan nasional.
8. Mewujudkan Indonesia berperan penting dalam pergaulan dunia internasional.
Untuk mencapai misi tersebut, telah ditetapkan pula 4 tahapan pembangunannya, yaitu :
1. Dalam RPJMN 1 (2005 – 2009) dilakukan penataan kembali NKRI, membangun Indonesia yang aman dan damai, yang adil dan demokratis, dengan tingkat kesejahteraan yang lebih baik.
2. RPJMN 2 (2010 – 2014) ditujukan untuk memantapkan penataan kembali NKRI, meningkatkan kualitas SDM, membangun kemampuan iptek, dan memperkuat daya saing perekonomian.
3. Sedangkan target dalam RPJMN 3 (2015 – 2019) adalah memantapkan pembangunan secara menyeluruh dengan menekankan pembangunan keunggulan kompetitif perekonomian yang berbasis SDA yang tersedia, SDM yang berkualitas, serta kemampuan iptek.
4. Pada tahapan terakhir, RPJMN 4 (2020 – 2024) diharapkan terwujudnya masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil dan makmur melalui percepatan pembangunan di segala bidang dengan struktur perekonomian yang kokoh belandaskan keunggulan kompetitif.
Dalam pembangunan daya saing bangsa, RPJPN 2005 – 2025 menetapkan arahnya yaitu :
1. Pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas.
2. Penguatan perekonomian domestik dengan orientasi dan berdaya saing global.
3. Penguasaan, pengembangan, dan pemanfaatan iptek.
4. Pembangunan sarana dan prasarana yang memadai dan maju.
Minggu, 10 April 2011
tugas 4 pete perekonomian indonesia
PETA PEREKONOMIAN INDONESIA
Keadaan Geografis Indonesia
Indonesia merupakan negara kepulauan yang berbentuk republik, terletak di kawasan Asia Tenggara. Indonesia memiliki lebih kurang 17.000 buah pulau dengan luas daratan 1.922.570 km2 dan luas perairan 3.257.483 km2.
Posisi Indonesia terdiri atas letak astronomis dan letak geografis yang berbeda pengertian dan pandangannya.
1. Letak Astronomis
Letak astronomis suatu negara adalah posisi letak yang berdasarkan garis lintang dan garis bujur. Letak astronomis Indonesia Terletak di antara 6oLU – 11oLS dan 95oBT – 141oBT
1. Letak geografis
Letak geografis adalah letak suatu daerah atau wilayah dilihat dari kenyataan di permukaan bumi. Berdasarkan letak geografisnya, kepulauan Indonesia di antara Benua Asia dan Benua Australia, serta di antara Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Dengan demikian, wilayah Indonesia berada pada posisi silang, yang mempunyai arti penting dalam kaitannya dengan iklim dan perekonomian.
Keadaan geografis Indonesia dapat menjadi suatu kekuatan dan kesempatan bagi perkembangan perekonomian kita, dan sebaliknya dapat menjadi kelemahan dan ancaman bagi perekonomian kita.
Banyaknya pulau di Indonesia akan menjadi kekuatan dan kesempatan, jika pulau-pulau yang sebagian besar merupakan kepulauan yang subur dan kaya akan hasil-hasil bumi dan tambang, dapat diolah dangan prinsip dari, oleh dan untuk masyarakat banyak. Dengan kemampuan menggali dan memanfaatkan kekayaan alam yang ada Indonesia akan banyak memiliki pilihan produk yang dapat dikembangnya sebagai komoditi perdagangan, baik untuk pasar lokal maupun untuk pasar internasional. Dan dengan keindahan dan keanekaragaman budaya kepulauan tersebut dapat menjadi sumber penerimaan negara andalan melalui industri pariwisata.
Namun kenyataan itu juga dapat menjadi kelemahan dan ancaman bagi perekonomian Indonesia, jika sumber daya yang ada di setiap pulau hanya dinikmati oleh sebagian masyarakat saja. Demikian pula juga jika masih banyak pihak luar yang secara ilegal mengambil kekayaan alam Indonesia di berbagai kepulauan, yang secara geografis memang sulit untuk dilakukan pengawasan seperti biasa. Dengan demikian dituntut koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mengamankan kepulauan Indonesia tersebut dan pihak-pihak yang tidak berhak mendapatkannya. Di pihak lain, banyak dan luasnya pulau menuntut suatu bentuk perencanaan dan strategi pembangunan yang cocok dengan keadaan geografis Indonesia tersebut. Strategi berwawasan ruang yang diterapkan pemerintah tampaknya sudah cukup tepat untuk mengatasi
masalah ini.
Indonesia mempunyai iklim tropik basah yang dipengaruhi oleh angin monsun barat dan monsun timur. Iklim yang dimiliki ini menyebabkan Indonesia hanya mengenal dua musim yaitu musim hujan dan musim kemarau. Dengan kondisi iklim yang demikian itu menyebabkan beberapa produk hasil bumi dan industri menjadi sangat spesifik sifatnya. Dengan demikian diperlukan usaha untuk memanfaatkan keunikan produk Indonesia tersebut untuk memenangkan persaingan di pasar lokal maupun dunia.
Indonesia merupakan negara yang kaya akan bahan tambang dan seperti telah sejarah buktikan, salah satu jenis tambang kita, yakni minyak bumi pernah menjadikan negara Indonesia memperoleh dana pembangunan yang sangat besar, sehingga pada saat itu target pertumbuhan ekonomi kita berani ditetapkan sebesar 7,5 % ( masa Repelita II ). Meskipun saat ini minyak bumi tidak lagi menjadi primadona dan andalan komoditi ekspor Indonesia, namun Indonesia masih banyak memiliki hasil tambang yang dapat menggantikan peran minyak bumi sebagai salah satu sumber devisa negara. Selain minyak bumi Indonesia juga memiliki hasil tambang lain seperti biji besi, timah, tembaga, batu bara, gas bumi dan lain-lain.
Wilayah Indonesia yang menempati posisi sangat strategis yaitu terletak diantara dua benua dan dua samudra dengan segala perkembangannya. Sejak sebelum kemerdekaan-pun Indonesia telah menjadi tempat singgah dan transaksi antar kedua benua dan benua-benua lainnya. Dengan letak yang sangat strategis tersebut kita harus dapat memanfaatkannya sehingga lalu lintas ekonomi yang terjadi membawa dampak positif bagi kebaikan perekonomian Indonesia. Hal yang perlu dilakukan tentunya mempersiapkan segala sesuatu, seperti sarana telekomunikasi, perdagangan, pelabuhan laut, udara, serta infrastruktur lainnya.
Mata Pencaharian
Dari keseluruhan wilayah yang dimiliki Indonesia, dapat ditarik beberapa
hal diantaranya bahwa :
• Pertama, mata pencaharian penduduk Indonesia sebagian besar masih berada di sektor pertanian ( agraris ), yang tinggal di pedesaan dengan mata pencaharian seperti pertanian, perikanan, peternakan, dan sejenisnya.
• Kedua, kontribusi sektor pertanian terhadap GDP ( Gross Domestic Product ) secara absolut masih dominan, namun jika dibanding dengan sektor-sektor di luar pertanian menampakkan adanya penurunan dalam presentase.
• Hal yang perlu diwaspadai dalam sektor pertanian ini adalah, bahwa komoditi yang dihasilkan dari sektor ini relatif tidak memiliki nilai tambah yang tinggi, sehingga tidak dapat bersaing dengan-dengan komoditi yang dihasilkan sektor lain ( industri misalnya ), sehingga sebagian masyarakat Indonesia yang memang bermata pencaharian di sektor pertanian (desa) semakin tertinggal dari rekannya yang bekerja dan memiliki akses di sektor industri ( kota ). Jika ini tidak segera ditindak lanjuti, maka akan menjadi benarlah teori ketergantungan, bahwa spread effect ( kekuatan menyebar ) akan selalu lebih kecil dari back-wash effect ( mengalirnya sumber daya dari daerah miskin ke daerah kaya ).
Langkah-langkah yang dapat ditempuh untuk mengatasi diantaranya
adalah :
• memperbaiki kehidupan penduduk/petani dengan pola pembinaan dan pembangunan sarana dan prasaranya bidang pertanian
• meningkatkan nilai tambah komoditi pertanian, jika dimungkinkan tidak hanya untuk pasar lokal saja
• mencoba mengembangkan kegiatan agribisnis
• menunjang kegiatan transmigrasi
Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia yaitu penduduk dalam konteks pembangunan ekonomi memiliki peran ganda. Peran ganda penduduk dalam konteks pembangunan ekonomi adalah sebagai produsen dan juga sebagai permintaan. Sejalan dengan peran ganda tersebut, penduduk dapat menjadi faktor pendorong dan juga penghambat pembangunan ekonomi.
Karakteristik sumber daya manusia atau kependudukan Indonesia sebagai negara yang masih berkembang ditandai oleh empat hal utama, yaitu
(a) laju pertumbuhan penduduk yang relatif tinggi
(b) distribusi penduduk /penyebaran penduduk yang tidak merata
(c) struktur umur penduduk yang kurang menguntungkan (komposisi penduduk, angkatan kerja)
(d) kualitas penduduk yang relatif rendah (sistem pendidikan, kesehatan)
Keadaan Geografis Indonesia
Indonesia merupakan negara kepulauan yang berbentuk republik, terletak di kawasan Asia Tenggara. Indonesia memiliki lebih kurang 17.000 buah pulau dengan luas daratan 1.922.570 km2 dan luas perairan 3.257.483 km2.
Posisi Indonesia terdiri atas letak astronomis dan letak geografis yang berbeda pengertian dan pandangannya.
1. Letak Astronomis
Letak astronomis suatu negara adalah posisi letak yang berdasarkan garis lintang dan garis bujur. Letak astronomis Indonesia Terletak di antara 6oLU – 11oLS dan 95oBT – 141oBT
1. Letak geografis
Letak geografis adalah letak suatu daerah atau wilayah dilihat dari kenyataan di permukaan bumi. Berdasarkan letak geografisnya, kepulauan Indonesia di antara Benua Asia dan Benua Australia, serta di antara Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Dengan demikian, wilayah Indonesia berada pada posisi silang, yang mempunyai arti penting dalam kaitannya dengan iklim dan perekonomian.
Keadaan geografis Indonesia dapat menjadi suatu kekuatan dan kesempatan bagi perkembangan perekonomian kita, dan sebaliknya dapat menjadi kelemahan dan ancaman bagi perekonomian kita.
Banyaknya pulau di Indonesia akan menjadi kekuatan dan kesempatan, jika pulau-pulau yang sebagian besar merupakan kepulauan yang subur dan kaya akan hasil-hasil bumi dan tambang, dapat diolah dangan prinsip dari, oleh dan untuk masyarakat banyak. Dengan kemampuan menggali dan memanfaatkan kekayaan alam yang ada Indonesia akan banyak memiliki pilihan produk yang dapat dikembangnya sebagai komoditi perdagangan, baik untuk pasar lokal maupun untuk pasar internasional. Dan dengan keindahan dan keanekaragaman budaya kepulauan tersebut dapat menjadi sumber penerimaan negara andalan melalui industri pariwisata.
Namun kenyataan itu juga dapat menjadi kelemahan dan ancaman bagi perekonomian Indonesia, jika sumber daya yang ada di setiap pulau hanya dinikmati oleh sebagian masyarakat saja. Demikian pula juga jika masih banyak pihak luar yang secara ilegal mengambil kekayaan alam Indonesia di berbagai kepulauan, yang secara geografis memang sulit untuk dilakukan pengawasan seperti biasa. Dengan demikian dituntut koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mengamankan kepulauan Indonesia tersebut dan pihak-pihak yang tidak berhak mendapatkannya. Di pihak lain, banyak dan luasnya pulau menuntut suatu bentuk perencanaan dan strategi pembangunan yang cocok dengan keadaan geografis Indonesia tersebut. Strategi berwawasan ruang yang diterapkan pemerintah tampaknya sudah cukup tepat untuk mengatasi
masalah ini.
Indonesia mempunyai iklim tropik basah yang dipengaruhi oleh angin monsun barat dan monsun timur. Iklim yang dimiliki ini menyebabkan Indonesia hanya mengenal dua musim yaitu musim hujan dan musim kemarau. Dengan kondisi iklim yang demikian itu menyebabkan beberapa produk hasil bumi dan industri menjadi sangat spesifik sifatnya. Dengan demikian diperlukan usaha untuk memanfaatkan keunikan produk Indonesia tersebut untuk memenangkan persaingan di pasar lokal maupun dunia.
Indonesia merupakan negara yang kaya akan bahan tambang dan seperti telah sejarah buktikan, salah satu jenis tambang kita, yakni minyak bumi pernah menjadikan negara Indonesia memperoleh dana pembangunan yang sangat besar, sehingga pada saat itu target pertumbuhan ekonomi kita berani ditetapkan sebesar 7,5 % ( masa Repelita II ). Meskipun saat ini minyak bumi tidak lagi menjadi primadona dan andalan komoditi ekspor Indonesia, namun Indonesia masih banyak memiliki hasil tambang yang dapat menggantikan peran minyak bumi sebagai salah satu sumber devisa negara. Selain minyak bumi Indonesia juga memiliki hasil tambang lain seperti biji besi, timah, tembaga, batu bara, gas bumi dan lain-lain.
Wilayah Indonesia yang menempati posisi sangat strategis yaitu terletak diantara dua benua dan dua samudra dengan segala perkembangannya. Sejak sebelum kemerdekaan-pun Indonesia telah menjadi tempat singgah dan transaksi antar kedua benua dan benua-benua lainnya. Dengan letak yang sangat strategis tersebut kita harus dapat memanfaatkannya sehingga lalu lintas ekonomi yang terjadi membawa dampak positif bagi kebaikan perekonomian Indonesia. Hal yang perlu dilakukan tentunya mempersiapkan segala sesuatu, seperti sarana telekomunikasi, perdagangan, pelabuhan laut, udara, serta infrastruktur lainnya.
Mata Pencaharian
Dari keseluruhan wilayah yang dimiliki Indonesia, dapat ditarik beberapa
hal diantaranya bahwa :
• Pertama, mata pencaharian penduduk Indonesia sebagian besar masih berada di sektor pertanian ( agraris ), yang tinggal di pedesaan dengan mata pencaharian seperti pertanian, perikanan, peternakan, dan sejenisnya.
• Kedua, kontribusi sektor pertanian terhadap GDP ( Gross Domestic Product ) secara absolut masih dominan, namun jika dibanding dengan sektor-sektor di luar pertanian menampakkan adanya penurunan dalam presentase.
• Hal yang perlu diwaspadai dalam sektor pertanian ini adalah, bahwa komoditi yang dihasilkan dari sektor ini relatif tidak memiliki nilai tambah yang tinggi, sehingga tidak dapat bersaing dengan-dengan komoditi yang dihasilkan sektor lain ( industri misalnya ), sehingga sebagian masyarakat Indonesia yang memang bermata pencaharian di sektor pertanian (desa) semakin tertinggal dari rekannya yang bekerja dan memiliki akses di sektor industri ( kota ). Jika ini tidak segera ditindak lanjuti, maka akan menjadi benarlah teori ketergantungan, bahwa spread effect ( kekuatan menyebar ) akan selalu lebih kecil dari back-wash effect ( mengalirnya sumber daya dari daerah miskin ke daerah kaya ).
Langkah-langkah yang dapat ditempuh untuk mengatasi diantaranya
adalah :
• memperbaiki kehidupan penduduk/petani dengan pola pembinaan dan pembangunan sarana dan prasaranya bidang pertanian
• meningkatkan nilai tambah komoditi pertanian, jika dimungkinkan tidak hanya untuk pasar lokal saja
• mencoba mengembangkan kegiatan agribisnis
• menunjang kegiatan transmigrasi
Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia yaitu penduduk dalam konteks pembangunan ekonomi memiliki peran ganda. Peran ganda penduduk dalam konteks pembangunan ekonomi adalah sebagai produsen dan juga sebagai permintaan. Sejalan dengan peran ganda tersebut, penduduk dapat menjadi faktor pendorong dan juga penghambat pembangunan ekonomi.
Karakteristik sumber daya manusia atau kependudukan Indonesia sebagai negara yang masih berkembang ditandai oleh empat hal utama, yaitu
(a) laju pertumbuhan penduduk yang relatif tinggi
(b) distribusi penduduk /penyebaran penduduk yang tidak merata
(c) struktur umur penduduk yang kurang menguntungkan (komposisi penduduk, angkatan kerja)
(d) kualitas penduduk yang relatif rendah (sistem pendidikan, kesehatan)
tugas 1: sistem perekonomian indonesia dan pelaku ekonomi indonesia
Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah. Kebanyakan sistem ekonomi di dunia berada di antara dua sistem ekstrim tersebut.
Selain faktor produksi, sistem ekonomi juga dapat dibedakan dari cara sistem tersebut mengatur produksi dan alokasi. Sebuah perekonomian terencana (planned economies) memberikan hak kepada pemerintah untuk mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi hasil produksi. Sementara pada perekonomian pasar (market economic), pasar lah yang mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi barang dan jasa melalui penawaran dan permintaan.
Perekonomian terencana
Ada dua bentuk utama perekonomian terencana, yaitu komunisme dan sosialisme. Sebagai wujud pemikiran Karl Marx, komunisme adalah sistem yang mengharuskan pemerintah memiliki dan menggunakan seluruh faktor produksi. Namun, lanjutnya, kepemilikan pemerintah atas faktor-faktor produksi tersebut hanyalah sementara; Ketika perekonomian masyarakat dianggap telah matang, pemerintah harus memberikan hak atas faktor-faktor produksi itu kepada para buruh. Uni Soviet dan banyak negara Eropa Timur lainnya menggunakan sistem ekonomi ini hingga akhir abad ke-20. Namun saat ini, hanya Kuba, Korea Utara, Vietnam, dan RRC yang menggunakan sistem ini. Negara-negara itu pun tidak sepenuhnya mengatur faktor produksi. China, misalnya, mulai melonggarkan peraturan dan memperbolehkan perusahaan swasta mengontrol faktor produksinya sendiri.
Perekonomian pasar
Perekonomian pasar bergantung pada kapitalisme dan liberalisme untuk menciptakan sebuah lingkungan di mana produsen dan konsumen bebas menjual dan membeli barang yang mereka inginkan (dalam batas-batas tertentu). Sebagai akibatnya, barang yang diproduksi dan harga yang berlaku ditentukan oleh mekanisme penawaran-permintaan.Perekonomian pasar campuran
Perekonomian pasar campuran atau mixed market economies adalah gabungan antara sistem perekonomian pasar dan terencana. Menurut Griffin, tidak ada satu negara pun di dunia ini yang benar-benar melaksanakan perekonomian pasar atau pun terencana, bahkan negara seperti Amerika Serikat. Meskipun dikenal sangat bebas, pemerintah Amerika Serikat tetap mengeluarkan beberapa peraturan yang membatasi kegiatan ekonomi. Misalnya larangan untuk menjual barang-barang tertentu untuk anak di bawah umur, pengontrolan iklan (advertising), dan lain-lain. Begitu pula dengan negara-negara perekonomian terencana. Saat ini, banyak negara-negara Blok Timur yang telah melakukan privatisasi—pengubahan status perusahaaan pemerintah menjadi perusahaan swasta.
Pelaku Utama dalam Sistem Perekonomian Indonesia
Sistem ekonomi kerakyatan sendi utamanya adalah UUD 1945 pasal 33 ayat (1), (2), dan (3). Bentuk usaha yang sesuai dengan ayat (1) adalah koperasi, dan bentuk usaha yang sesuai dengan ayat (2) dan (3) adalah perusahaan negara. Adapun dalam penjelasan pasal 33 UUD 1945 yang berbunyi “hanya perusahaan yang tidak menguasai hajat hidup orang banyak boleh di tangan seorang”. Hal itu berarti perusahaan swasta juga mempunyai andil di dalam sistem perekonomian Indonesia. Dengan demikian terdapat tiga pelaku utama yang menjadi kekuatan sistem perekonomian di Indonesia, yaitu perusahaan negara (pemerintah), perusahaan swasta, dan koperasi. Ketiga pelaku ekonomi tersebut akan menjalankan kegiatan-kegiatan ekonomi dalam sistem ekonomi kerakyatan. Sebuah sistem ekonomi akan berjalan dengan baik jika pelaku-pelakunya dapat saling bekerja sama dengan baik pula dalam mencapai tujuannya. Dengan demikian sikap saling mendukung di antara pelaku ekonomi sangat dibutuhkan dalam rangka mewujudkan ekonomi kerakyatan
Selain faktor produksi, sistem ekonomi juga dapat dibedakan dari cara sistem tersebut mengatur produksi dan alokasi. Sebuah perekonomian terencana (planned economies) memberikan hak kepada pemerintah untuk mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi hasil produksi. Sementara pada perekonomian pasar (market economic), pasar lah yang mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi barang dan jasa melalui penawaran dan permintaan.
Perekonomian terencana
Ada dua bentuk utama perekonomian terencana, yaitu komunisme dan sosialisme. Sebagai wujud pemikiran Karl Marx, komunisme adalah sistem yang mengharuskan pemerintah memiliki dan menggunakan seluruh faktor produksi. Namun, lanjutnya, kepemilikan pemerintah atas faktor-faktor produksi tersebut hanyalah sementara; Ketika perekonomian masyarakat dianggap telah matang, pemerintah harus memberikan hak atas faktor-faktor produksi itu kepada para buruh. Uni Soviet dan banyak negara Eropa Timur lainnya menggunakan sistem ekonomi ini hingga akhir abad ke-20. Namun saat ini, hanya Kuba, Korea Utara, Vietnam, dan RRC yang menggunakan sistem ini. Negara-negara itu pun tidak sepenuhnya mengatur faktor produksi. China, misalnya, mulai melonggarkan peraturan dan memperbolehkan perusahaan swasta mengontrol faktor produksinya sendiri.
Perekonomian pasar
Perekonomian pasar bergantung pada kapitalisme dan liberalisme untuk menciptakan sebuah lingkungan di mana produsen dan konsumen bebas menjual dan membeli barang yang mereka inginkan (dalam batas-batas tertentu). Sebagai akibatnya, barang yang diproduksi dan harga yang berlaku ditentukan oleh mekanisme penawaran-permintaan.Perekonomian pasar campuran
Perekonomian pasar campuran atau mixed market economies adalah gabungan antara sistem perekonomian pasar dan terencana. Menurut Griffin, tidak ada satu negara pun di dunia ini yang benar-benar melaksanakan perekonomian pasar atau pun terencana, bahkan negara seperti Amerika Serikat. Meskipun dikenal sangat bebas, pemerintah Amerika Serikat tetap mengeluarkan beberapa peraturan yang membatasi kegiatan ekonomi. Misalnya larangan untuk menjual barang-barang tertentu untuk anak di bawah umur, pengontrolan iklan (advertising), dan lain-lain. Begitu pula dengan negara-negara perekonomian terencana. Saat ini, banyak negara-negara Blok Timur yang telah melakukan privatisasi—pengubahan status perusahaaan pemerintah menjadi perusahaan swasta.
Pelaku Utama dalam Sistem Perekonomian Indonesia
Sistem ekonomi kerakyatan sendi utamanya adalah UUD 1945 pasal 33 ayat (1), (2), dan (3). Bentuk usaha yang sesuai dengan ayat (1) adalah koperasi, dan bentuk usaha yang sesuai dengan ayat (2) dan (3) adalah perusahaan negara. Adapun dalam penjelasan pasal 33 UUD 1945 yang berbunyi “hanya perusahaan yang tidak menguasai hajat hidup orang banyak boleh di tangan seorang”. Hal itu berarti perusahaan swasta juga mempunyai andil di dalam sistem perekonomian Indonesia. Dengan demikian terdapat tiga pelaku utama yang menjadi kekuatan sistem perekonomian di Indonesia, yaitu perusahaan negara (pemerintah), perusahaan swasta, dan koperasi. Ketiga pelaku ekonomi tersebut akan menjalankan kegiatan-kegiatan ekonomi dalam sistem ekonomi kerakyatan. Sebuah sistem ekonomi akan berjalan dengan baik jika pelaku-pelakunya dapat saling bekerja sama dengan baik pula dalam mencapai tujuannya. Dengan demikian sikap saling mendukung di antara pelaku ekonomi sangat dibutuhkan dalam rangka mewujudkan ekonomi kerakyatan
Rabu, 16 Februari 2011
APBN
Perkembangan realisasi pendapatan negara dan hibah dalam periode 2005-2008
menunjukkan adanya tren kenaikan dengan rata-rata petumbuhan sebesar 25,6 persen.
Pertumbuhan tersebut terjadi baik pada penerimaan dalam negeri maupun hibah yang
masing-masing rata-rata tumbuh sebesar 25,6 persen dan 20,9 persen. Secara lebih rinci,
dalam periode 2005-2008, pertumbuhan penerimaan dalam negeri didukung oleh
pertumbuhan penerimaan perpajakan yang rata-rata tumbuh sebesar 23,8 persen dan
penerimaan negara bukan pajak (PNBP) 29,7 persen. Peningkatan realisasi pendapatan
negara dan hibah tersebut sangat dipengaruhi oleh perkembangan kondisi makroekonomi,
faktor eksternal, dan pelaksanaan kebijakan Pemerintah selama periode 2005-2008.
Secara umum, kebijakan perpajakan diarahkan untuk terus meningkatkan penerimaan tanpa
membebani perkembangan dunia usaha. Dalam hal ini, tiga strategi yang diterapkan
Pemerintah adalah dengan melakukan (a) reformasi di bidang administrasi, (b) reformasi di
bidang peraturan dan perundang-undangan, dan (c) reformasi di bidang pengawasan dan
penggalian potensi. Selain itu, dalam tahun 2009 Pemerintah telah mencanangkan pro-
gram reformasi perpajakan jilid II sebagai kelanjutan dari reformasi perpajakan jilid I yang
telah selesai pada tahun 2008. Fokus utama program reformasi perpajakan jilid II adalah
peningkatan manajemen sumber daya manusia serta peningkatan teknologi informasi dan
komunikasi. Program reformasi perpajakan jilid II ini dikemas dalam bentuk Project for
Indonesian Tax Administration Reform (PINTAR). Di bidang PNBP, kebijakan yang diambil
lebih diarahkan untuk mengoptimalkan penerimaan dengan menerapkan kebijakan antara
lain (1) peningkatan produksi/lifting migas; (2) peningkatan kinerja BUMN; (3) melakukan
penyempurnaan terhadap peraturan perundang-undangan; (4) identifikasi potensi PNBP;
dan (5) peningkatan pengawasan PNBP kementerian negara/lembaga.
Pada tahun 2009, realisasi pendapatan negara dan hibah sedikit mengalami pelambatan
seiring dengan melambatnya laju pertumbuhan ekonomi. Sampai dengan akhir tahun 2009,
realisasi pendapatan negara dan hibah diperkirakan mencapai Rp872,6 triliun atau turun
11,1 persen jika dibandingkan dengan realisasi tahun 2008. Penerimaan dalam negeri turun
11,0 persen, dengan perincian penerimaan perpajakan turun 1,0 persen dan PNBP turun
31,5 persen. Faktor-faktor yang menyebabkan melambatnya penerimaan antara lain relatif
rendahnya Indonesian crude oil price (ICP), yaitu dari US$97,0 per barel pada tahun 2008
menjadi US$61,0 per barel pada tahun 2009 dan menurunnya volume serta nilai perdagangan
internasional.
Untuk mengurangi dampak buruk dari melambatnya laju perekonomian sebagai imbas dari
krisis ekonomi global, Pemerintah telah mengambil kebijakan countercyclical pada awal
tahun 2009. Kebijakan countercyclical tersebut dikemas dalam bentuk pemberian paket
Sebagai salah satu instrument kebijakan fiskal, anggaran belanja pemerintah pusat
memainkan peranan yang sangat penting dalam pencapaian tujuan nasional, terutama
dalam meningkatkan dan memelihara kesejahteraan rakyat. Hal ini terutama karena
besaran dan komposisi anggaran belanja pemerintah pusat, dalam operasi fiskal
pemerintah, mempunyai dampak yang signifikan pada permintaan agregat dan output
nasional, serta mempengaruhi alokasi sumberdaya dalam perekonomian. Selain itu,
peranan penting anggaran belanja pemerintah pusat dalam perekonomian, sebagai salah
satu perangkat kebijakan fiskal, juga berkaitan dengan ketiga fungsi utama anggaran
belanja pemerintah, yaitu fungsi alokasi, fungsi distribusi, dan fungsi stabilisasi.
Melalui pelaksanaan ketiga fungsi utama kebijakan fiskal tersebut, perencanaan dan
pengelolaan anggaran belanja pemerintah pusat memainkan peranan yang sangat
strategis dalam memperbaiki dan meningkatkan kinerja ekonomi makro, serta mengatasi
berbagai masalah-masalah fundamental dalam perekonomian, seperti mendorong
pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan; mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas
ekonomi khususnya stabilitas harga; menciptakan dan memperluas lapangan kerja
produktif untuk menurunkan tingkat pengangguran; serta memperbaiki distribusi
pendapatan dan mengatasi kemiskinan.
Pertama, melalui fungsi alokasi, anggaran belanja pemerintah pusat yang dimanfaatkan,
baik untuk membiayai berbagai program dan kegiatan investasi produktif, seperti belanja
modal untuk: (1) penyediaan berbagai infrastruktur dasar (yaitu jalan dan jembatan;
angkutan sungai, danau dan penyeberangan; transportasi darat, prasarana kereta api,
berbagai pelabuhan, dan bandar-bandar udara) dan energi (kelistrikan dan energi
alternatif lainnya); (2) pembangunan infrastruktur pertanian (irigasi, optimalisasi/
konservasi/reklamasi lahan, dan pengembangan agrobisnis) untuk mendukung
pencapaian program ketahanan pangan; dan (3) pengembangan infrastruktur dalam
rangka rehabilitasi dan rekonstruksi paska bencana alam; maupun untuk membiayai
berbagai pengeluaran atau belanja barang dan jasa (konsumsi) pemerintah dalam
mendorong permintaan agregat, memberikan kontribusi yang sangat besar dalam
mendorong upaya percepatan pertumbuhan ekonomi (economic growth) yang
berkualitas, memperbaiki kesejahteraan masyarakat, dan mencapai berbagai sasaran
pembangunan strategis lainnya sebagaimana ditetapkan dalam Rencana Kerja
Pemerintah (RKP).
Kedua, melalui fungsi stabilisasi, alokasi anggaran belanja pemerintah pusat yang
digunakan untuk penyediaan berbagai jenis subsidi, baik subsidi harga barang-barang
kebutuhan pokok (price subsidies), maupun subsidi langsung ke obyek sasaran (targeted
subsidies), berperan sangat penting dalam meringankan beban masyarakat dalam
memperoleh kebutuhan dasarnya, dan sekaligus menjaga agar produsen mampu
menghasilkan produk, khususnya yang merupakan kebutuhan dasar masyarakat, dengan
menunjukkan adanya tren kenaikan dengan rata-rata petumbuhan sebesar 25,6 persen.
Pertumbuhan tersebut terjadi baik pada penerimaan dalam negeri maupun hibah yang
masing-masing rata-rata tumbuh sebesar 25,6 persen dan 20,9 persen. Secara lebih rinci,
dalam periode 2005-2008, pertumbuhan penerimaan dalam negeri didukung oleh
pertumbuhan penerimaan perpajakan yang rata-rata tumbuh sebesar 23,8 persen dan
penerimaan negara bukan pajak (PNBP) 29,7 persen. Peningkatan realisasi pendapatan
negara dan hibah tersebut sangat dipengaruhi oleh perkembangan kondisi makroekonomi,
faktor eksternal, dan pelaksanaan kebijakan Pemerintah selama periode 2005-2008.
Secara umum, kebijakan perpajakan diarahkan untuk terus meningkatkan penerimaan tanpa
membebani perkembangan dunia usaha. Dalam hal ini, tiga strategi yang diterapkan
Pemerintah adalah dengan melakukan (a) reformasi di bidang administrasi, (b) reformasi di
bidang peraturan dan perundang-undangan, dan (c) reformasi di bidang pengawasan dan
penggalian potensi. Selain itu, dalam tahun 2009 Pemerintah telah mencanangkan pro-
gram reformasi perpajakan jilid II sebagai kelanjutan dari reformasi perpajakan jilid I yang
telah selesai pada tahun 2008. Fokus utama program reformasi perpajakan jilid II adalah
peningkatan manajemen sumber daya manusia serta peningkatan teknologi informasi dan
komunikasi. Program reformasi perpajakan jilid II ini dikemas dalam bentuk Project for
Indonesian Tax Administration Reform (PINTAR). Di bidang PNBP, kebijakan yang diambil
lebih diarahkan untuk mengoptimalkan penerimaan dengan menerapkan kebijakan antara
lain (1) peningkatan produksi/lifting migas; (2) peningkatan kinerja BUMN; (3) melakukan
penyempurnaan terhadap peraturan perundang-undangan; (4) identifikasi potensi PNBP;
dan (5) peningkatan pengawasan PNBP kementerian negara/lembaga.
Pada tahun 2009, realisasi pendapatan negara dan hibah sedikit mengalami pelambatan
seiring dengan melambatnya laju pertumbuhan ekonomi. Sampai dengan akhir tahun 2009,
realisasi pendapatan negara dan hibah diperkirakan mencapai Rp872,6 triliun atau turun
11,1 persen jika dibandingkan dengan realisasi tahun 2008. Penerimaan dalam negeri turun
11,0 persen, dengan perincian penerimaan perpajakan turun 1,0 persen dan PNBP turun
31,5 persen. Faktor-faktor yang menyebabkan melambatnya penerimaan antara lain relatif
rendahnya Indonesian crude oil price (ICP), yaitu dari US$97,0 per barel pada tahun 2008
menjadi US$61,0 per barel pada tahun 2009 dan menurunnya volume serta nilai perdagangan
internasional.
Untuk mengurangi dampak buruk dari melambatnya laju perekonomian sebagai imbas dari
krisis ekonomi global, Pemerintah telah mengambil kebijakan countercyclical pada awal
tahun 2009. Kebijakan countercyclical tersebut dikemas dalam bentuk pemberian paket
Sebagai salah satu instrument kebijakan fiskal, anggaran belanja pemerintah pusat
memainkan peranan yang sangat penting dalam pencapaian tujuan nasional, terutama
dalam meningkatkan dan memelihara kesejahteraan rakyat. Hal ini terutama karena
besaran dan komposisi anggaran belanja pemerintah pusat, dalam operasi fiskal
pemerintah, mempunyai dampak yang signifikan pada permintaan agregat dan output
nasional, serta mempengaruhi alokasi sumberdaya dalam perekonomian. Selain itu,
peranan penting anggaran belanja pemerintah pusat dalam perekonomian, sebagai salah
satu perangkat kebijakan fiskal, juga berkaitan dengan ketiga fungsi utama anggaran
belanja pemerintah, yaitu fungsi alokasi, fungsi distribusi, dan fungsi stabilisasi.
Melalui pelaksanaan ketiga fungsi utama kebijakan fiskal tersebut, perencanaan dan
pengelolaan anggaran belanja pemerintah pusat memainkan peranan yang sangat
strategis dalam memperbaiki dan meningkatkan kinerja ekonomi makro, serta mengatasi
berbagai masalah-masalah fundamental dalam perekonomian, seperti mendorong
pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan; mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas
ekonomi khususnya stabilitas harga; menciptakan dan memperluas lapangan kerja
produktif untuk menurunkan tingkat pengangguran; serta memperbaiki distribusi
pendapatan dan mengatasi kemiskinan.
Pertama, melalui fungsi alokasi, anggaran belanja pemerintah pusat yang dimanfaatkan,
baik untuk membiayai berbagai program dan kegiatan investasi produktif, seperti belanja
modal untuk: (1) penyediaan berbagai infrastruktur dasar (yaitu jalan dan jembatan;
angkutan sungai, danau dan penyeberangan; transportasi darat, prasarana kereta api,
berbagai pelabuhan, dan bandar-bandar udara) dan energi (kelistrikan dan energi
alternatif lainnya); (2) pembangunan infrastruktur pertanian (irigasi, optimalisasi/
konservasi/reklamasi lahan, dan pengembangan agrobisnis) untuk mendukung
pencapaian program ketahanan pangan; dan (3) pengembangan infrastruktur dalam
rangka rehabilitasi dan rekonstruksi paska bencana alam; maupun untuk membiayai
berbagai pengeluaran atau belanja barang dan jasa (konsumsi) pemerintah dalam
mendorong permintaan agregat, memberikan kontribusi yang sangat besar dalam
mendorong upaya percepatan pertumbuhan ekonomi (economic growth) yang
berkualitas, memperbaiki kesejahteraan masyarakat, dan mencapai berbagai sasaran
pembangunan strategis lainnya sebagaimana ditetapkan dalam Rencana Kerja
Pemerintah (RKP).
Kedua, melalui fungsi stabilisasi, alokasi anggaran belanja pemerintah pusat yang
digunakan untuk penyediaan berbagai jenis subsidi, baik subsidi harga barang-barang
kebutuhan pokok (price subsidies), maupun subsidi langsung ke obyek sasaran (targeted
subsidies), berperan sangat penting dalam meringankan beban masyarakat dalam
memperoleh kebutuhan dasarnya, dan sekaligus menjaga agar produsen mampu
menghasilkan produk, khususnya yang merupakan kebutuhan dasar masyarakat, dengan
Minggu, 19 Desember 2010
makalah
Nama Kelompok: NPM
1. Victor Ignatius 29210545
2. rachmat.dwiantono 25210500
3. andhika 20210657
4. afri 20210247
Kelas: 1EB20
DAFTAR ISI :
BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
B. POKOK PEMBAHASAN
C. TUJUAN PEMBUATAN MAKALAH
D. METODE
BAB II PEMBUATAN ROTI
A. BAHAN
B. LANGKAH-LANGKAH
C. ALAT
D. PROSES PEMBUATAN
BAB III PENUTUP
Kata Pengantar
Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kesehatan pada kami sehingga dapat menyelesaikan makalah ini. Allah menciptakan manusia dengan akal dan pikiran untuk memenuhi kehidupannya serta dapat mengembangkan teknologi sehingga lebih maju. Semua itu dibutuhkan kemampuan dan belajar. Belajar dan usaha merupakan jalan agar seseorang bisa mencapai tujuannya.
14 November 2010
BAB 1 PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dengan adanya kegiatan ini siswa di harapkan mampu membuat laporan mengenai “pembuatan roti dan pembaharuan suara” sambil melakukan penelitian, sehingga kita dapat mengetahui bagaimana cara pembuatan roti dan pembaharuan suara, selain itu kegiatan ini pun ditinjau untuk memperkaya wawasan dan pengetahuan para siswa-siswi kelas x (sepuluh) dalam memperdalam ilmu pengetahuan alam biologi.
B. Pokok pembahasan
Dalam makalah ini penyusun akan menguraikan tentang pembuatan roti dan pembaharuan suara, yang terdiri dari beberapa sub pokok bahasan diantaranya :
1. Bahan-bahan membuat roti
2. Cara pembuatan roti
3. Macam-macam roti
4. Zat-zat yang digunnakan
5. Suara pembaharuan
C. Tujuan pembuatan makalah
1. Bidang pembelajaran
a.Siswa dapat menyusun sebuah laporan sesuai dengan tugas yang diberikan guru bidang study
b. Siswa memperoleh pengetahuann-pengetahuan paraktis yang dapat dijadikan sebagai landasan untuk mengembangkan intelektual dirinya dimasa yang akan datang
2. Bidang organisasi
a. Siswa dapat menulis suatu perencanaan tugas kegiatan kerja, untuk mencapai tujuan yang diharapkan dengan menempuh musyawarah dan mufakat
b. Melatih siswa agar mampu melaksanakan tugas kerja sesuai dengan recana yang telah disusun dan diterapkan bersama
D. Metode penelitian
Dalam penulisan makalah ini, penyusun menguraikan pokok-pokok bahasa dengan menggunakan metode study banding umum, dan mengumpulkan data dari setiap anggota kemudian menyusunnya menjadi sebuah makalah.
BAB II. PEMBUATAN ROTI
Dalam pembuatan roti ada 2 tahap yang harus diperhatikan diantaranya :
1.Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan roti
2.Cara-cara dalam pembuatan roti
A. Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan roti :
1. Tepung terigu
2. Telur
3. Mentega
4. Gula pasir
5. Vanili
6. Coklat bubuk
7. Bahan pengawet
8. Bahan pengembang
B. Langkah – langkah pembuatan roti :
1. masukan tepung terigu dan telur lalu diaduk hingga rata
2. setelah rata masukan gula pasir dan mentega, vanili, kemudian aduk hingga rata,
3. setelah adonannya kental lalu masukan bahan pengawet dan bahan pengembang
4. setelah rata masukan adonan tersebut kedalam loyang atau cetakan roti lalu masukan coklat tersebut kedalam roti tersebut
5. kemudian masukan loyang tersebut kedalam open
6. tunggu sampai 15 menit setelah selesai angkat dan dinginkan selama 15 menit.
7. Setelah dingin masukan roti – roti tersebut ke dalam bungkus yang sudah tersedia.
C. Alat yang digunakan dalam pembuatan roti :
1. Mesin adonan 4. Mesin pengocok telur
2. Mesin penggerak ( desel )
3. Mesin roling
D. Proses Pembuatan
Siapkan bahan dasar roti
Tepung terigu adalah bahan utama dalam pembuatan roti. Perhatikan di dalam memilih jenis terigu. Jenis yang paling tepat adalah tepung terigu jenis hard wheat dengan kandungan gluten di atas 12,5 %. Kandungan glutennya yang tinggi akan membentuk jaringan elastis selama proses pengadukan. Pada tahap fermentasi gas yang terbentuk oleh yeast akan tertahan oleh jaringan gluten, hasilnya adonan roti akan mengembang besar dan empuk teksturnya. Jangan Anda bersepekulasi dengan menambahkan jenis tepung-tepungan yang lain, kalau tidak roti akan padat, berat, bervolume kecil dan teksturnya kasar.
Air atau cairan (susu segar, bir, sari buah-buahan dll) dalam pembuatan roti mempunyai banyak fungsi. Dengan tercampurnya tepung dengan air akan memungkinkan terbentuknya gluten. Selain itu air juga berfungsi mengontrol kepadatan adonan dan membantu penyebaran bahan-bahan lain agar dapat tercampur rata. Untuk adonan roti, gunakan air dengan pH normal (air minum) sehingga mendapatkan roti yang maksimal.
Roti tidak akan mengembang tanpa menambahkan yeast atau ragi ke dalam adonan. Jenis yeast yang digunakan adalah golongan khamir jenis Saccaromyces Cerevisiae. Mikroorganisme ber sel satu inilah yang berkerja selama proses fermentasi, selama proses fermentasi yeast merubah karbohidrat dan gula menjadi gas karbondioksida (CO2) dan alkohol. Zat inilah yang menjadikan adonan mengembang, terbentuk serat-serat pada adonan dan aroma harum khas roti.
Lemak juga bahan yang sering di tambahkan pada pembuatan roti. Margarin dan butter adalah pilihanya. Di dalam adonan lemak dapat menahan gas CO2 keluar dari adonan sehingga akan diperoleh volume roti lebih besar. Untuk mendapatkan citarasa yang lezat disarankan menggunakan butter, sedangkan margarin menjadikan roti beraroma lebih ringan.
Gula, garam dan bread improver. Ketiga bahan ini tidak mutlak diperlukan, namun demikian jika ditambahkan sesuai dengan kebutuhan akan menjadikan kualitas roti lebih baik. Penambahan gula secara tepat akan membuat kerak roti lebih bagus, memberikan citarasa manis dan proses fermentasi berjalan lebih cepat karena gula adalah sumber makanan bagi yeast. Garam berperan sebaliknya, penggunaan garam yang berlebihan akan menghambat kerja ragi sehingga proses fermentasi berjalan lambat. Namun demikian garam dapat meningkatkan citarasa gurih dan membuat jaringan gluten lebih kuat. Jika anda menginginkan roti bertekstur lebih empuk, tambahkan bread improver. Bahan ini akan membantu memperbaiki tekstur roti menjadi lebih lembut dan empuk.
Proses Pembuatan Roti
Adonan roti dapat dibuat dengan tiga metode. Pertama metode sponge and dough, metode ini dibuat dengan dua tahap, pertama dengan membuat adonan biang, dari adonan biang kemudian ditambahkan bahan-bahan lain, diaduk sampai kalis baru difermentasikan. Kedua metode straight dough. Metode ini paling tepat karena semua bahan di campur menjadi satu, di aduk sampai kalis dan di fermentasikan. Terakhir adalah metode no time dough, proses pembuatanya sama seperti metode straight dough namun proses fermentasinya dipersingkat bahkan terkadang tidak difermentasikan. Kekurangan metode ini, volume roti tidak akan maksimal, aroma khas roti tidak terbentuk dan memerlukan bread improver lebih banyak sebagai bahan pengembangnya. Penggunaan suhu oven dalam pembuatan roti juga harus tepat. Suhu yang paling sesuai adalah kisaran 180 – 200 derajat C dengan waktu pemanggangan 20 – 25 menit
Jika Anda rajin mencoba dan mengikuti petunjuk resep dengan baik, kami yakin Anda akan berhasil dalam membuat roti. Seluruh keluarga pasti akan menyambut gembira menikmati lezatnya roti bikinan mama. Selamat Berkreasi !. (Budi Sutomo)
BAB III. PENUTUP
Sekian makalah dari kami semoga bermanfaat, apabila ada kata-kata yang kurang berkenan harap dimaafkan, terima kasih atas perhatiannya. Asslammualaikum.wr.wb
1. Victor Ignatius 29210545
2. rachmat.dwiantono 25210500
3. andhika 20210657
4. afri 20210247
Kelas: 1EB20
DAFTAR ISI :
BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
B. POKOK PEMBAHASAN
C. TUJUAN PEMBUATAN MAKALAH
D. METODE
BAB II PEMBUATAN ROTI
A. BAHAN
B. LANGKAH-LANGKAH
C. ALAT
D. PROSES PEMBUATAN
BAB III PENUTUP
Kata Pengantar
Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kesehatan pada kami sehingga dapat menyelesaikan makalah ini. Allah menciptakan manusia dengan akal dan pikiran untuk memenuhi kehidupannya serta dapat mengembangkan teknologi sehingga lebih maju. Semua itu dibutuhkan kemampuan dan belajar. Belajar dan usaha merupakan jalan agar seseorang bisa mencapai tujuannya.
14 November 2010
BAB 1 PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dengan adanya kegiatan ini siswa di harapkan mampu membuat laporan mengenai “pembuatan roti dan pembaharuan suara” sambil melakukan penelitian, sehingga kita dapat mengetahui bagaimana cara pembuatan roti dan pembaharuan suara, selain itu kegiatan ini pun ditinjau untuk memperkaya wawasan dan pengetahuan para siswa-siswi kelas x (sepuluh) dalam memperdalam ilmu pengetahuan alam biologi.
B. Pokok pembahasan
Dalam makalah ini penyusun akan menguraikan tentang pembuatan roti dan pembaharuan suara, yang terdiri dari beberapa sub pokok bahasan diantaranya :
1. Bahan-bahan membuat roti
2. Cara pembuatan roti
3. Macam-macam roti
4. Zat-zat yang digunnakan
5. Suara pembaharuan
C. Tujuan pembuatan makalah
1. Bidang pembelajaran
a.Siswa dapat menyusun sebuah laporan sesuai dengan tugas yang diberikan guru bidang study
b. Siswa memperoleh pengetahuann-pengetahuan paraktis yang dapat dijadikan sebagai landasan untuk mengembangkan intelektual dirinya dimasa yang akan datang
2. Bidang organisasi
a. Siswa dapat menulis suatu perencanaan tugas kegiatan kerja, untuk mencapai tujuan yang diharapkan dengan menempuh musyawarah dan mufakat
b. Melatih siswa agar mampu melaksanakan tugas kerja sesuai dengan recana yang telah disusun dan diterapkan bersama
D. Metode penelitian
Dalam penulisan makalah ini, penyusun menguraikan pokok-pokok bahasa dengan menggunakan metode study banding umum, dan mengumpulkan data dari setiap anggota kemudian menyusunnya menjadi sebuah makalah.
BAB II. PEMBUATAN ROTI
Dalam pembuatan roti ada 2 tahap yang harus diperhatikan diantaranya :
1.Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan roti
2.Cara-cara dalam pembuatan roti
A. Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan roti :
1. Tepung terigu
2. Telur
3. Mentega
4. Gula pasir
5. Vanili
6. Coklat bubuk
7. Bahan pengawet
8. Bahan pengembang
B. Langkah – langkah pembuatan roti :
1. masukan tepung terigu dan telur lalu diaduk hingga rata
2. setelah rata masukan gula pasir dan mentega, vanili, kemudian aduk hingga rata,
3. setelah adonannya kental lalu masukan bahan pengawet dan bahan pengembang
4. setelah rata masukan adonan tersebut kedalam loyang atau cetakan roti lalu masukan coklat tersebut kedalam roti tersebut
5. kemudian masukan loyang tersebut kedalam open
6. tunggu sampai 15 menit setelah selesai angkat dan dinginkan selama 15 menit.
7. Setelah dingin masukan roti – roti tersebut ke dalam bungkus yang sudah tersedia.
C. Alat yang digunakan dalam pembuatan roti :
1. Mesin adonan 4. Mesin pengocok telur
2. Mesin penggerak ( desel )
3. Mesin roling
D. Proses Pembuatan
Siapkan bahan dasar roti
Tepung terigu adalah bahan utama dalam pembuatan roti. Perhatikan di dalam memilih jenis terigu. Jenis yang paling tepat adalah tepung terigu jenis hard wheat dengan kandungan gluten di atas 12,5 %. Kandungan glutennya yang tinggi akan membentuk jaringan elastis selama proses pengadukan. Pada tahap fermentasi gas yang terbentuk oleh yeast akan tertahan oleh jaringan gluten, hasilnya adonan roti akan mengembang besar dan empuk teksturnya. Jangan Anda bersepekulasi dengan menambahkan jenis tepung-tepungan yang lain, kalau tidak roti akan padat, berat, bervolume kecil dan teksturnya kasar.
Air atau cairan (susu segar, bir, sari buah-buahan dll) dalam pembuatan roti mempunyai banyak fungsi. Dengan tercampurnya tepung dengan air akan memungkinkan terbentuknya gluten. Selain itu air juga berfungsi mengontrol kepadatan adonan dan membantu penyebaran bahan-bahan lain agar dapat tercampur rata. Untuk adonan roti, gunakan air dengan pH normal (air minum) sehingga mendapatkan roti yang maksimal.
Roti tidak akan mengembang tanpa menambahkan yeast atau ragi ke dalam adonan. Jenis yeast yang digunakan adalah golongan khamir jenis Saccaromyces Cerevisiae. Mikroorganisme ber sel satu inilah yang berkerja selama proses fermentasi, selama proses fermentasi yeast merubah karbohidrat dan gula menjadi gas karbondioksida (CO2) dan alkohol. Zat inilah yang menjadikan adonan mengembang, terbentuk serat-serat pada adonan dan aroma harum khas roti.
Lemak juga bahan yang sering di tambahkan pada pembuatan roti. Margarin dan butter adalah pilihanya. Di dalam adonan lemak dapat menahan gas CO2 keluar dari adonan sehingga akan diperoleh volume roti lebih besar. Untuk mendapatkan citarasa yang lezat disarankan menggunakan butter, sedangkan margarin menjadikan roti beraroma lebih ringan.
Gula, garam dan bread improver. Ketiga bahan ini tidak mutlak diperlukan, namun demikian jika ditambahkan sesuai dengan kebutuhan akan menjadikan kualitas roti lebih baik. Penambahan gula secara tepat akan membuat kerak roti lebih bagus, memberikan citarasa manis dan proses fermentasi berjalan lebih cepat karena gula adalah sumber makanan bagi yeast. Garam berperan sebaliknya, penggunaan garam yang berlebihan akan menghambat kerja ragi sehingga proses fermentasi berjalan lambat. Namun demikian garam dapat meningkatkan citarasa gurih dan membuat jaringan gluten lebih kuat. Jika anda menginginkan roti bertekstur lebih empuk, tambahkan bread improver. Bahan ini akan membantu memperbaiki tekstur roti menjadi lebih lembut dan empuk.
Proses Pembuatan Roti
Adonan roti dapat dibuat dengan tiga metode. Pertama metode sponge and dough, metode ini dibuat dengan dua tahap, pertama dengan membuat adonan biang, dari adonan biang kemudian ditambahkan bahan-bahan lain, diaduk sampai kalis baru difermentasikan. Kedua metode straight dough. Metode ini paling tepat karena semua bahan di campur menjadi satu, di aduk sampai kalis dan di fermentasikan. Terakhir adalah metode no time dough, proses pembuatanya sama seperti metode straight dough namun proses fermentasinya dipersingkat bahkan terkadang tidak difermentasikan. Kekurangan metode ini, volume roti tidak akan maksimal, aroma khas roti tidak terbentuk dan memerlukan bread improver lebih banyak sebagai bahan pengembangnya. Penggunaan suhu oven dalam pembuatan roti juga harus tepat. Suhu yang paling sesuai adalah kisaran 180 – 200 derajat C dengan waktu pemanggangan 20 – 25 menit
Jika Anda rajin mencoba dan mengikuti petunjuk resep dengan baik, kami yakin Anda akan berhasil dalam membuat roti. Seluruh keluarga pasti akan menyambut gembira menikmati lezatnya roti bikinan mama. Selamat Berkreasi !. (Budi Sutomo)
BAB III. PENUTUP
Sekian makalah dari kami semoga bermanfaat, apabila ada kata-kata yang kurang berkenan harap dimaafkan, terima kasih atas perhatiannya. Asslammualaikum.wr.wb
Minggu, 28 November 2010
personalia
PERSONALIA
Pendahuluan
Organisasi merupakan wahana untuk mencapai tujuan.agar supaya pencapaian tujuan ini dapat dilaksanakan dengan baik ,diperlukan fungsi-fungsi.fungsi adalah tugas yang dapat dengan segera dibedakan dengan tugas yang lain.sebagai pelaksana fungsi tersebut, diperlukan personalia yang diberi wewenang,tanggung jawab dan pertanggung jawaban.
Macam / jenis personalia
Sesuai dengan fungsinya ,pada dasarnya didalam perusahaan terdapat dua macam tenaga kerja,yaitu :
1.tenaga eksekutif yang mempunyai dua tugas pokok ialah mengambil berbagai keputusan dan melaksanakan fungsi organic manajemen :merencanakan, mengorganisasi, mengarahkan ,mengkoordinir dan mengawasi.
2.tenaga operatif merupakan tenaga terampil yang menguasai bidang pekerjaannya sehingga setiap tugas yang dibebankan kepadanya dapat dilaksanakan dengan baik.tenaga ini ditinjau dari kemempuannya melaksanakan tugas dibagi 3 golongan yaitu :
a.tenaga terampil (skileed labor )
b.tenaga setengah terampil ( semi skilled labor )
c.tenaga tidak terampil ( unskilled labor )
Sumber tenaga kerja
Tenaga kerja yang diinginkan oleh perusahaan dapat diperoleh dari berbagai sumber berikut :
1.dari dalam perusahaan.berasal dari promosi (kenaikan pangkat) atau transfer (pemindahan dari bagian lain )didalam perusahaan.cara ini adalah yang terbaik, terutama bagi perusahaan yang organisasi personalianya sudah teratur, karena dapat dipilih tenaga kerja yang terbaik .
2.teman-teman para karyawan. Cara ini digunakan dengan anggapan bahwa karyawan tersebut sudah mengetahui kualifikasinya dengan demikian maka diharapkan calon pasti akan sesuai.
3.lembaga penempatan tenaga kerja.hanya terdapat satu lembaga yang diatur dan ditangani oleh pemerintah,yaitu kantor penempatan tenaga kerja (KPT) ,yang bertugas menyalurkan tenaga kerja yang belum sempat memperoleh pekerjaan.
4.lembaga pendidikan .dapat dikatakan dengan dua cara yaitu dengan memberikan beasiswa dan meminta langsung kepada lembaga pendidikan tersebut.
5.masyarakat umum. Dilaksanakan dengan cara memasang iklan, sehingga mengundang para pelamar untuk mengajukan lamaran.biasanya biayanya sangat besar.
Seleksi tenaga kerja
Sebelum proses seleksi tenaga kerja dilakukan dua masalah penting yang harus diatasi lebih dahulu ,yaitu :
1.penentuan jenis kualitas tenaga kerja
Yang meliputi penentuan prasyarat yang harus dipenuhi antara lain:
a.Batas minimum-maksimum usia
b.pendidikan minimal yang dimiliki
c.pengalaman kerja yang telah diperoleh
d.bidang keahlian yang dimiliki
e.keterampilan yang dimiliki
f.dan lain sebagainya
untuk menentukan kualitas tenaga kerja ini, pertama-tama yang harus dilakukan yaitu membuat suatu analisa jabatan.yaitu merupakan analisa tentang segala sesuatu mengenai suatu pekerjaan tertentu.
Dari hasil analisa jabatan ini,akan diperoleh suatu deskripsi jabatan, yang merupakan gambaran yang jelas mengenai sesuatu tugas tertentu missal apa saja wewenangnya dan lain sebagainya.
2.penentuan jumlah tenaga kerja
Penentuan jumlah tenaga kerja ini, meliputi dua hal pokok yaitu :
a. analisa beban kerja yang meliputi : peramalan penjualan ( sales forecast), penyusunan jadwal waktu kerja dan penentuan jumlah tenaga kerja yang diperlukan untuk membuat satu unit barang. Hasil analisis ini akan merupakan dasar penentuan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan untuk melaksanakan satu beban kerja pada satu periode tertentu.
b. Analisa tenaga kerja untuk menghitung jumlah tenaga kerja yang sesungguhnya dapat tersedia pada satu periode tertentu. Hal ini dibuat, mengingat tidak sema tenaga kerja yang tersedia dapat sepenuhnya bekerja, sesuai dengan tata waktu yang telah ditetapkan ,karena berbagai alasan seperti :tidak masuk kerja dan lain sebagainya.
3.proses seleksi
Setelah penentuan jumlah tenaga kerja dan syarat yang harus dipenuhi,kemudian langkah berikutnya yaitu proses seleksi yang meliputi tahap-tahap berikut :
a. pengisian formulir atau lamaran-lamaran yang masuk. Pelamar yang dinilai tidak memenuhi syarat, gugur dan dinyatakan tidak dapat mengikuti tahap seleksi berikutnya.
b. Wawancara pendahuluan untuk mengetahui secara sekilas tentang penampilan ,motif bekerja dan latar belakang kehidupan pelamar.bagi yang dinilai kurang memenuhi syarat dinyatakan gugur.
c. Psycho-cest.tidak semua perusahaan dapat melakukan hal ini ,disamping memerlukan seorang ahli, biayanya mahal. Tujuan ini adalah menguji kebenaran pernyataan yang telah diberikan pada tahap wawancara pendahuluan. Psycho test meliputi 5 hal yaitu :
1. aptitude test – menguji sikap seseorang
2. achievement test – menguji bakat seseorang
3. interest tes – menguji minat seseorang
4. personality test – menguji kepribadian seseorang
5. IQ test ( intelegensia quotient) – menguji kecakapan seseorang
d. wawancara lanjutan merupakan usaha untuk menggali berbagai informasi yang dianggap penting tentang pelamar.
e. Pengujian referensi merupakan pengujian tentang berbagai hal tentang pelamar dari seseorang yang dianggap paling mengetahui.biasanya , bekas pimpinan dimana ia bekerja sebelumnya, atau pimpinan lembaga pendidikan dimana ia belajar.
f. Pengujian kesehatan untuk mengetahui apakah kondisi phisiknya cukup memenuhi syarat untuk melaksanakan tugas yang akan dikerjakan nanti.
g. Masa orientasi merupakan tahap pengujian yang paling akhir untuk melihat pelamar benar-benar mampu bekerja dengan baik.
Pengembangan karyawan
Para karyawan baru maupun yang sudah bekerja, masuh perlu dikembangkan lebih lanjut,disamping untuk lebih meningkatkan keterampilan kerja dengan diharapkan agar :
1. tingkat produktivitas bertambah
2. mengurangi tingkat kecelakaan
3. mengurangi besarnya scrap ( kerusakan kecil)
4. meningkatkan gairah kerja
pada dasarnya ,terdapat dua metode pengembangan karyawan yaitu :
1. dilaksanakan didalam dan oleh perusahaan sendiri ( on the job training)
2. dilaksanakan diluar perusahaan dan oleh lembaga lain ( off the job training)
kompensasi
kompensasi adalah imbalan jasa yang diberikan secara teratur dan jumlah tertentu oleh perusahaan kepada karyawan atas konstribusi tenaganya yang telah diberikannya untuk mencapai tujuan perusahaan. Kompensasi dapat berupa gaji dan upah.gaji biasanya diberikan setiap bulan kepada pegawai dalam jumlah pasti. Sedangkan upah dapat bulanan atau kurang dari itu dan sangat dipengaruhi oleh volume output yang dihasilkan oleh setiap individu. Dalam pengupahan, terdapat 3 macam teori upah ekonomi yakni :
1. teori pasar
Konsep ini menganggap bahwa upah ditentukan oleh hasil proses perundingan antara karyawan sebagai penjual tenaga dengan manajemen sebagai pembelinya. Jadi tingkat upah yang yang diterima ditentukan oleh kekuatan penawaran dan permintaan tenaga kerja. Dalam teori ini uruh diperlukan, sebagai barang.
2. teori standard hidup
Teori ini menyatakan bahwa upah harus dapat memberikan jaminan kepada buruh untuk menikmati hidup dengan layak, dan pengusaha harus memberikan upah yang cukup tinggi , memberikan servis lain seperti jaminan hari tua, pendidikan, tabungan dan hiburan.
3. teori kemampuan untuk membayar
Teori ini mempunyai anggapan bahwa tingkat pembayaran harus didasarkan pada kemampuan perusahaan untuk membayar. Disini besar kecilnya upah dipengaruhi oleh laba yang diterima oleh perusahaan.
Faktor yang mempengaruhi tingat upah
Besar kecilnya tingkat upah bagi buruh, dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain :
1. pasar tenaga kerja
Besar kecilnya tingkat upah, bagi buruh dipengaruhi oleh mekanisme penawaran dan permintaan tenaga kerja.
2. tingkat upah yang berlaku didaerah yang bersangkutan
3. tingkat keahlian yang diperlukan
4. situasi laba perusahaan
5. peraturan pemerintah
metode pengupahan
berikut ini adalah metode pengupahan yang bisa dilakukan oleh perusahaan
1. upah langsung ( straight salary)
Merupakan bentuk pembayaran upah yang paling sederhana, pada umumya diwujudkan dalam bentuk sejumlah uang yang dibayarkan atas dasar satuan waktu tertentu, harian, mingguan, bulanan dan tahunan. Metode ini tidak termasuk upah lembur.
2. gaji ( wage )
Dasar pembayaran metode upah ini adalah lama waktu mengerjakan suatu pekerjaan , atau dihitung menurut tingkat upah perjam ,tanpa memperhatikan kualitas dan kuantitas produk yang dihasilkan. Upah lembur diperhitungkan dalam metode ini.
3. upah satuan ( piece work)
Dalam metode ini upah yang dibayarkan kepada para karyawan menurut jumlah produk yang dihasilkan. Biasanya perusahaan menjamin adanya tingkat upah minimum.
4. komisi
Merupakan sejumlah uang yang dibayarkan ( biasanya didasarkan atas persentase dan harga jual) untuk setiap unit barang yang terjual , dan bukannya unit yang dapat diproduksi.
5. premi shift kerja ( shift premium)
Merupakan upah yang diberikan kepada karyawan karena bekerja diluar jam kerja normal. Upah ini biasanya diberikan kepada para karyawan pabrik yang bekerja 24 jam sehari, yang terbagi menjadi 3 shift : pagi, sore, malam hari, dengan maksud supaya mereka terkena giliran bekerja diluar jam kerja normal, tetap bergairah.premi shift biasanya lebih tinggi daripada tariff upah biasa.
6. tunjangan tambahan ( fringe benefit)
Agar karyawan bersedia bekerja diperusahaan dalam waktu yang lama,seingkali memberikan tunjangan tambahan seperti : asuransi kesehatan jiwa, kecelakaan, THR,cuti, perumahan, kendaraan, jemputan, pesangon,dan pensiun.
Upah intensif
Upah intensif adalah untuk mendorong karyawan agar bekerja dengan lebih produktif. Penentuan upah intensif memerlukan tingkat keahlian, pengetahuan dan kebijaksanaan tentang proses produksi yang harus dilakukan. Karakteristik pokok dari upah intensif yang baik adalah :
1. harus menunjukan penghargaan kepada karyawan atas produktivitas mereka.
2. harus dapat dipakai untuk mencapai tujuan produktif per karyawan secara layak.
3. tambahan upah yang diperoleh karyawan harus paling sedikit diseimbangkan dengan biaya produksi terendah.
Macam-macam bentuk upah intensif
1. full participation plan
Merupakan upah intensif bagi karyawan pabrik dimana kegiatan ekstra pada tugas mereka , dapat menghasilkan produksi tambahan. Karyawan diberi intensif apabila mereka dianggap bekerja dengan efisien, yang diukur dengan ratio produk yang dihasilkan dengan standarnya (100%).
Setiap kenaikan 1 % output melebihi standar (100%),karyawan tersebut, akan menerima tambahan penghasilan sebesar kenaikan itu (1%).oleh karena itu upah intensif semacam ini, disebut 1 for 1 plan.
2. group intensif plan
Intensif ini diberikan kepada sekelompok karyawan, bilamana terbukti mereka dapat menunjukan hasil yang menguntungkan, seperti :
a. peningkatan produktivitas
b. penurunan biaya tenaga kerja per unit
c. perbaikan kualitas produk
d. pengurangan tingkat kerusakan produk yang dihasilkan.
HUBUNGAN PERBURUHAN
hubungan perburuan pancasila
hubungan perburuan ini terjadi karena antara buruh disatu pihak dan manajemen dilain pihak saling membutuhkan satu sama lain. Pihak manajemen memerlukan sumbangan, tenaga karyawan untuk mencapai tujuannya dilain pihak, karyawan memerlukan pendapatan untuk dapat memberikan kesejahteraan kepada keluarganya.
Karyawan adalah manusia yang hak asasinya harus dilindungi. Oleh karena itu diindonesia diciptakan satu bentuk hubungan antara karyawan dan manajemen yang dikenal hubungan perburuhan pancasila. Dalam hubungan ini ,buruh/ karyawan harus diperlakukan sebagai manusia seutuhnya, artinya karyawan tidak boleh dipelakukan dengan sewenang-wenang.
Bilamana terjadi adanya ketidak sepakatan antara buruh dan manajemen buruh mempunyai senjata yang dapat digunakan untuk menekan pembicaraan antara mereka yaitu :
1. boikot
Pemboikotan dapat dilakukan oleh buruh, missal dengan menolak membeli barang-barang hasil produksi perusahaan.
2. pemogokan
Merupakan cara yang ditempuh oleh buruh ,dengan berhenti bekerja, baik dalam waktu singkat atau lama, sehingga menurunkan perekonomian perusahaan. Diindonesia tidak dibenarkan.
3. penghasutan
Cara ini dilakukan untuk mendukung ,pemogokan yang sudah dilakukan dengan cara mencegah orang lain menjalankan tugas atau mengajak untuk ikut mogok.
4. memperlambat kerja
Dapat dilakukan oleh karyawan dengan cara mengurangi tingkat produktivitas mereka atau mengurangi jumlah produk yang dihasilkan.
Perjanjian kerja bersama ( PKB)
Dengan adanya perjanjian ini, buruh mempunyai kekuatan untuk dapat turut menetukan isi (materi) perjanjian tersebut.isi perjanjian itu meliputi :
Hak-hak buruh
Materi buruh yang dapat dicatumkan kedalam perjanjian kerja bersama antara lain :
1. besarnya gaji/ upah minimal yang harus diterima buruh beserta kenaikannya.
2. tunjangan yang harus diterima
3. hak untuk mendapatkan santunan kecelakaan ditempat kerja
4. hak untuk mendapatkan promosi dengan sistem penilaian yang adil
5. hak untuk meningkatkan keterampikan dan pengetahuan melalui program training yang diberikan oleh perusahaan
6. mendapatkan pesangon bila ia dipecat atau keluar atas kemauan sendiri (apapun alasanya)
7. besarnya pesangon
kewajiban buruh
disamping menuntut haknya buruh dituntut pula oleh pihak pengusaha untuk melaksanakan kewajibannya misalnya :
1. datang bekerja tepat waktu
2. menjaga ketertiban dan suasana kerja serasi
3. berusaha meningkatkan produktivitas
4. mengikuti peraturan yang ditetapkan oleh perusahaan mematuhi tata waktu kerja
5. berusaha untuk selalu dapat melakukan penghematan untuk dapat menekan biaya produksi
6. menyumbangkan gagasan yang bermanfaat untuk kelancaran jalannya usaha dan penekanan biaya produksi
7. bekerja sesuai yang digambarkan dalam deskripsi jabatan
hak pengusaha
hak pengusaha yang dapat dimasukan sebagai materi pembuatan PKB yaitu :
1. hak untuk mengevaluasi kerja karyawan menurut tata cara yang telah disepakati
2. hak menentukan / memilih / seseorang yang dianggap baik untuk menjadi pimpinan
3. hak untuk menegur / mengarahkan bila terdapat karyawan yang dipandang bertindak menyimpang sehingga merugikan perusahaan
4. hak memberi promosi dan devisi kepada karyawan
5. hak untuk memecat, sesuai dengan prosedur yang berlaku
kewajiban pengusaha
kewajiban pengusaha yaitu :
1. memberikan semua hak karyawan yang telah disepakati bersama, gaji, promosi, santunan, jaminan, dan sebagainya
2. memperlakukan semua karyawan secara adil
3. memberikan fasilitas kepada karyawan, tempat ibadah, sekolah, rekreasi dan sebagainya.
Macam –macam perjanjian kerja
Pada dasarnya terdapat 3 macam perjanjian kerja bersama yaitu :
1. closed shop agreement
Perjanjian kerja ini hanya berlaku bagi pekerja / buruh yang telah tergabung menjadi anggota serikat (persatuan). Jadi pengusaha hanya boleh mempekerjakan para anggota satu buruh saja.
2. union shop agreement
Persetujuan ini menharuskan kepada para pekerja untuk menjadi anggota serikat dalam periode waktu tertentu sesudah ,mereka bekerja.
3. open shop agreement
Persetujuan ini memberikan kebebasan kepada para anggota untuk menjadi atau tidak anggota serikat.
Konflik dalam hubungan kerja
Konflik dalam hubungan kerja ini bisanya terjadi apabila kepentingan kedua belah pihak,antara pihak buruh dan pengusaha terganggu.penyelesaian konflik ini dapat dilakukan dalam beberapa tahap yaitu :
1. diselesaikan oleh mandor (foreman) sebagai wakil perusahaan, bersama dengan wakil buruh dalam bagian itu.
2. bilamana dengan cara penyelesaian pertama tersebut mengalami kemacetan, maka masalah tersebut dieslesaikan ketingkat yang lebih tinggi, yaitu antara kepala bagian dengan wakil buruh bagian yang bersangkutan
3. apabila masih terjadi kemacetan, masalah ini diselesaikan pada tingkat lebih tinggi lagi , oleh manajer sebagai wakil perusahaan dan wakil serikat buruh perusahaan tersebut
4. apabila masih belum terselesaikan, masalah tersebut dibawa keperundingan antara wakil perusahaan dan wakil buruh dengan penegah, yaitu panitia penyelesaian perselisihan perburuan tingkat daerh (p4d), atau tingkat pusat (p4p),bila tingkat daerah tidak mampu terselesaikan.
5. apabila belum juga dapat diselesaikan, maka penyelesaian tahap terakhir oleh dewan arbitrasi. Segala keputusan yang diambil oleh dewan ini, mempunyai kekuatan hukum yang bersifat mengikat kedua belah pihak.
Perantara dalam pemecahan konflik
Terdapat 3 macam cara pemecahan konflik dengan menggunakan perantara yaitu :
1. konsiliasi
Menunjukan suatu usaha untuk mempertemukan kedua belah pihak, antara buruh dengan pengusaha, untuk membahas dan menyelesaikan masalah yang mereka hadapi. Konsiliator sebagai pendamai tidak mempunyai wewenang apapun dalam mencapai persetujuan tersebut.
2. mediasi
Pihal ini bertindak sebagai mediator hanya wewenang untuk memberikan saran-saran kepada kedua belah pihak bagaimana masalah harus dipecahkan. Mediator tidak mempunyai wewenang untuk memaksakan saran yang diberikan.
3. arbitrasi
Keputusan yang diambil oleh arbitrator (belerai), bersifat mengikat kedua belah pihak dan mempunyai kekuatan hukum.
Macam-macam arbitrasi
Ada 3 arbitrasi yaitu:
1.arbitrasi sukarela ( voluntary arbitration)
Suatu cara pemecahan konflik yang macet, dengan secara sukarela kedua belah pihak membawa masalah tersebut kepada arbitrator.
2. arbitrasi paksaan ( compulsory arbitration)
Suatu keharusan yang berlaku , bagi pihak buruh maupun pengusaha, untuk menyelesaikan konflik yang macet (deadlock) dengan melalui arbitrator. Biasanya diatur dengan peraturan yang dibuat oleh pemerintah.
3. arbitrasi otomatis (automatic arbitrator)
Cara ini dilakukan apabila setiap kali terjadi masalah yang tidak terselesaikan maka langsung dibawa kepada arbitrator, dan biasanya tercantum didalam salah satu dictum pada perjanjian kerja bersama (PKB) yang mereka buat sebelumnya.
Lembaga BIPARTITE dan TRIPARTITE
Lembaga bipartite mendasar diri pada pengertian bahwa setiap masalah yang timbul dari hubngan perburuan merupakan tanggung jawab kedua belah pihak yaitu, pihak buruh dan pengusaha harus diselesaikan oleh mereka sendiri.
Lembaga tripartite mendasarkan pada pengertian bahwa setiap masalah yang timbul dari hubungan perburuan adalah merupakan tanggung jawab buruh, pengusaha dan masyarakat yang dalam hal ini diwakili oleh pemerintah. Sehingga setiap masalah perburuan yang terjadi, harus dapat diselesaikan oleh ketiga unsur tersebut.
Mencegah konflik
Konflik antara buruh dengan pengusaha tidak mungkin dihindarkan sama sekali. Sebab paling utama adalah karena pada dasarnya mmempunyai perbedaan kepentingan dan tujuan ,disamping masalah lain yang timbul karena faktor manusia. Jika tidak mungkin menghindarkan sama sekali dari konflik tersebut maka cara yang dapat ditempuh adalahnya mencegahnya : melalui berbagai usaha sebagai berikut :
1. melaksanakan lembaga keluhan (grievance)dengan baik
Menampung keluhan yang disampaikan oleh buruh , kemungkinan berusaha untuk mengatasinya dengan tuntas, sehingga keresahan tidak timbul karenanya.
2. mengadakan survey gairah kerja (morale)secara rutin
Untuk mencari sebab keresahan yang akan menyebabkan turunnya gairah kerja dan kemudian berusaha memperbaiki kesalahnya
3. menyelenggarakan lembaga bimbingan dan penyuluhan ( guidance & counseling)
Setiap keresahan buruh bisa disebabkan menyebabkan gangguan psychologik, yang dapat menyebabkan pula suasana kerja tidak serasi, dan menurunya produktivitas. Masalah demikian hanya dapatdipecahkan melalui masing-masing individu oleh suatu lembaga yang dikenal dengan nama bimbingan & penyuluhan yang ditangani oleh para ahli psychology.
4. mengikut sertakan buruh dalam pengambilan keputusan
Dengan peran serta (partisipasi) semacam ini, akan memberi pengaruh psychologik kepada buruh untuk mensukseskan semua program perusahaan, sehingga dengan demikian setidak-tidaknya berbagai masalah yang timbul dapat dicegah.
Pendahuluan
Organisasi merupakan wahana untuk mencapai tujuan.agar supaya pencapaian tujuan ini dapat dilaksanakan dengan baik ,diperlukan fungsi-fungsi.fungsi adalah tugas yang dapat dengan segera dibedakan dengan tugas yang lain.sebagai pelaksana fungsi tersebut, diperlukan personalia yang diberi wewenang,tanggung jawab dan pertanggung jawaban.
Macam / jenis personalia
Sesuai dengan fungsinya ,pada dasarnya didalam perusahaan terdapat dua macam tenaga kerja,yaitu :
1.tenaga eksekutif yang mempunyai dua tugas pokok ialah mengambil berbagai keputusan dan melaksanakan fungsi organic manajemen :merencanakan, mengorganisasi, mengarahkan ,mengkoordinir dan mengawasi.
2.tenaga operatif merupakan tenaga terampil yang menguasai bidang pekerjaannya sehingga setiap tugas yang dibebankan kepadanya dapat dilaksanakan dengan baik.tenaga ini ditinjau dari kemempuannya melaksanakan tugas dibagi 3 golongan yaitu :
a.tenaga terampil (skileed labor )
b.tenaga setengah terampil ( semi skilled labor )
c.tenaga tidak terampil ( unskilled labor )
Sumber tenaga kerja
Tenaga kerja yang diinginkan oleh perusahaan dapat diperoleh dari berbagai sumber berikut :
1.dari dalam perusahaan.berasal dari promosi (kenaikan pangkat) atau transfer (pemindahan dari bagian lain )didalam perusahaan.cara ini adalah yang terbaik, terutama bagi perusahaan yang organisasi personalianya sudah teratur, karena dapat dipilih tenaga kerja yang terbaik .
2.teman-teman para karyawan. Cara ini digunakan dengan anggapan bahwa karyawan tersebut sudah mengetahui kualifikasinya dengan demikian maka diharapkan calon pasti akan sesuai.
3.lembaga penempatan tenaga kerja.hanya terdapat satu lembaga yang diatur dan ditangani oleh pemerintah,yaitu kantor penempatan tenaga kerja (KPT) ,yang bertugas menyalurkan tenaga kerja yang belum sempat memperoleh pekerjaan.
4.lembaga pendidikan .dapat dikatakan dengan dua cara yaitu dengan memberikan beasiswa dan meminta langsung kepada lembaga pendidikan tersebut.
5.masyarakat umum. Dilaksanakan dengan cara memasang iklan, sehingga mengundang para pelamar untuk mengajukan lamaran.biasanya biayanya sangat besar.
Seleksi tenaga kerja
Sebelum proses seleksi tenaga kerja dilakukan dua masalah penting yang harus diatasi lebih dahulu ,yaitu :
1.penentuan jenis kualitas tenaga kerja
Yang meliputi penentuan prasyarat yang harus dipenuhi antara lain:
a.Batas minimum-maksimum usia
b.pendidikan minimal yang dimiliki
c.pengalaman kerja yang telah diperoleh
d.bidang keahlian yang dimiliki
e.keterampilan yang dimiliki
f.dan lain sebagainya
untuk menentukan kualitas tenaga kerja ini, pertama-tama yang harus dilakukan yaitu membuat suatu analisa jabatan.yaitu merupakan analisa tentang segala sesuatu mengenai suatu pekerjaan tertentu.
Dari hasil analisa jabatan ini,akan diperoleh suatu deskripsi jabatan, yang merupakan gambaran yang jelas mengenai sesuatu tugas tertentu missal apa saja wewenangnya dan lain sebagainya.
2.penentuan jumlah tenaga kerja
Penentuan jumlah tenaga kerja ini, meliputi dua hal pokok yaitu :
a. analisa beban kerja yang meliputi : peramalan penjualan ( sales forecast), penyusunan jadwal waktu kerja dan penentuan jumlah tenaga kerja yang diperlukan untuk membuat satu unit barang. Hasil analisis ini akan merupakan dasar penentuan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan untuk melaksanakan satu beban kerja pada satu periode tertentu.
b. Analisa tenaga kerja untuk menghitung jumlah tenaga kerja yang sesungguhnya dapat tersedia pada satu periode tertentu. Hal ini dibuat, mengingat tidak sema tenaga kerja yang tersedia dapat sepenuhnya bekerja, sesuai dengan tata waktu yang telah ditetapkan ,karena berbagai alasan seperti :tidak masuk kerja dan lain sebagainya.
3.proses seleksi
Setelah penentuan jumlah tenaga kerja dan syarat yang harus dipenuhi,kemudian langkah berikutnya yaitu proses seleksi yang meliputi tahap-tahap berikut :
a. pengisian formulir atau lamaran-lamaran yang masuk. Pelamar yang dinilai tidak memenuhi syarat, gugur dan dinyatakan tidak dapat mengikuti tahap seleksi berikutnya.
b. Wawancara pendahuluan untuk mengetahui secara sekilas tentang penampilan ,motif bekerja dan latar belakang kehidupan pelamar.bagi yang dinilai kurang memenuhi syarat dinyatakan gugur.
c. Psycho-cest.tidak semua perusahaan dapat melakukan hal ini ,disamping memerlukan seorang ahli, biayanya mahal. Tujuan ini adalah menguji kebenaran pernyataan yang telah diberikan pada tahap wawancara pendahuluan. Psycho test meliputi 5 hal yaitu :
1. aptitude test – menguji sikap seseorang
2. achievement test – menguji bakat seseorang
3. interest tes – menguji minat seseorang
4. personality test – menguji kepribadian seseorang
5. IQ test ( intelegensia quotient) – menguji kecakapan seseorang
d. wawancara lanjutan merupakan usaha untuk menggali berbagai informasi yang dianggap penting tentang pelamar.
e. Pengujian referensi merupakan pengujian tentang berbagai hal tentang pelamar dari seseorang yang dianggap paling mengetahui.biasanya , bekas pimpinan dimana ia bekerja sebelumnya, atau pimpinan lembaga pendidikan dimana ia belajar.
f. Pengujian kesehatan untuk mengetahui apakah kondisi phisiknya cukup memenuhi syarat untuk melaksanakan tugas yang akan dikerjakan nanti.
g. Masa orientasi merupakan tahap pengujian yang paling akhir untuk melihat pelamar benar-benar mampu bekerja dengan baik.
Pengembangan karyawan
Para karyawan baru maupun yang sudah bekerja, masuh perlu dikembangkan lebih lanjut,disamping untuk lebih meningkatkan keterampilan kerja dengan diharapkan agar :
1. tingkat produktivitas bertambah
2. mengurangi tingkat kecelakaan
3. mengurangi besarnya scrap ( kerusakan kecil)
4. meningkatkan gairah kerja
pada dasarnya ,terdapat dua metode pengembangan karyawan yaitu :
1. dilaksanakan didalam dan oleh perusahaan sendiri ( on the job training)
2. dilaksanakan diluar perusahaan dan oleh lembaga lain ( off the job training)
kompensasi
kompensasi adalah imbalan jasa yang diberikan secara teratur dan jumlah tertentu oleh perusahaan kepada karyawan atas konstribusi tenaganya yang telah diberikannya untuk mencapai tujuan perusahaan. Kompensasi dapat berupa gaji dan upah.gaji biasanya diberikan setiap bulan kepada pegawai dalam jumlah pasti. Sedangkan upah dapat bulanan atau kurang dari itu dan sangat dipengaruhi oleh volume output yang dihasilkan oleh setiap individu. Dalam pengupahan, terdapat 3 macam teori upah ekonomi yakni :
1. teori pasar
Konsep ini menganggap bahwa upah ditentukan oleh hasil proses perundingan antara karyawan sebagai penjual tenaga dengan manajemen sebagai pembelinya. Jadi tingkat upah yang yang diterima ditentukan oleh kekuatan penawaran dan permintaan tenaga kerja. Dalam teori ini uruh diperlukan, sebagai barang.
2. teori standard hidup
Teori ini menyatakan bahwa upah harus dapat memberikan jaminan kepada buruh untuk menikmati hidup dengan layak, dan pengusaha harus memberikan upah yang cukup tinggi , memberikan servis lain seperti jaminan hari tua, pendidikan, tabungan dan hiburan.
3. teori kemampuan untuk membayar
Teori ini mempunyai anggapan bahwa tingkat pembayaran harus didasarkan pada kemampuan perusahaan untuk membayar. Disini besar kecilnya upah dipengaruhi oleh laba yang diterima oleh perusahaan.
Faktor yang mempengaruhi tingat upah
Besar kecilnya tingkat upah bagi buruh, dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain :
1. pasar tenaga kerja
Besar kecilnya tingkat upah, bagi buruh dipengaruhi oleh mekanisme penawaran dan permintaan tenaga kerja.
2. tingkat upah yang berlaku didaerah yang bersangkutan
3. tingkat keahlian yang diperlukan
4. situasi laba perusahaan
5. peraturan pemerintah
metode pengupahan
berikut ini adalah metode pengupahan yang bisa dilakukan oleh perusahaan
1. upah langsung ( straight salary)
Merupakan bentuk pembayaran upah yang paling sederhana, pada umumya diwujudkan dalam bentuk sejumlah uang yang dibayarkan atas dasar satuan waktu tertentu, harian, mingguan, bulanan dan tahunan. Metode ini tidak termasuk upah lembur.
2. gaji ( wage )
Dasar pembayaran metode upah ini adalah lama waktu mengerjakan suatu pekerjaan , atau dihitung menurut tingkat upah perjam ,tanpa memperhatikan kualitas dan kuantitas produk yang dihasilkan. Upah lembur diperhitungkan dalam metode ini.
3. upah satuan ( piece work)
Dalam metode ini upah yang dibayarkan kepada para karyawan menurut jumlah produk yang dihasilkan. Biasanya perusahaan menjamin adanya tingkat upah minimum.
4. komisi
Merupakan sejumlah uang yang dibayarkan ( biasanya didasarkan atas persentase dan harga jual) untuk setiap unit barang yang terjual , dan bukannya unit yang dapat diproduksi.
5. premi shift kerja ( shift premium)
Merupakan upah yang diberikan kepada karyawan karena bekerja diluar jam kerja normal. Upah ini biasanya diberikan kepada para karyawan pabrik yang bekerja 24 jam sehari, yang terbagi menjadi 3 shift : pagi, sore, malam hari, dengan maksud supaya mereka terkena giliran bekerja diluar jam kerja normal, tetap bergairah.premi shift biasanya lebih tinggi daripada tariff upah biasa.
6. tunjangan tambahan ( fringe benefit)
Agar karyawan bersedia bekerja diperusahaan dalam waktu yang lama,seingkali memberikan tunjangan tambahan seperti : asuransi kesehatan jiwa, kecelakaan, THR,cuti, perumahan, kendaraan, jemputan, pesangon,dan pensiun.
Upah intensif
Upah intensif adalah untuk mendorong karyawan agar bekerja dengan lebih produktif. Penentuan upah intensif memerlukan tingkat keahlian, pengetahuan dan kebijaksanaan tentang proses produksi yang harus dilakukan. Karakteristik pokok dari upah intensif yang baik adalah :
1. harus menunjukan penghargaan kepada karyawan atas produktivitas mereka.
2. harus dapat dipakai untuk mencapai tujuan produktif per karyawan secara layak.
3. tambahan upah yang diperoleh karyawan harus paling sedikit diseimbangkan dengan biaya produksi terendah.
Macam-macam bentuk upah intensif
1. full participation plan
Merupakan upah intensif bagi karyawan pabrik dimana kegiatan ekstra pada tugas mereka , dapat menghasilkan produksi tambahan. Karyawan diberi intensif apabila mereka dianggap bekerja dengan efisien, yang diukur dengan ratio produk yang dihasilkan dengan standarnya (100%).
Setiap kenaikan 1 % output melebihi standar (100%),karyawan tersebut, akan menerima tambahan penghasilan sebesar kenaikan itu (1%).oleh karena itu upah intensif semacam ini, disebut 1 for 1 plan.
2. group intensif plan
Intensif ini diberikan kepada sekelompok karyawan, bilamana terbukti mereka dapat menunjukan hasil yang menguntungkan, seperti :
a. peningkatan produktivitas
b. penurunan biaya tenaga kerja per unit
c. perbaikan kualitas produk
d. pengurangan tingkat kerusakan produk yang dihasilkan.
HUBUNGAN PERBURUHAN
hubungan perburuan pancasila
hubungan perburuan ini terjadi karena antara buruh disatu pihak dan manajemen dilain pihak saling membutuhkan satu sama lain. Pihak manajemen memerlukan sumbangan, tenaga karyawan untuk mencapai tujuannya dilain pihak, karyawan memerlukan pendapatan untuk dapat memberikan kesejahteraan kepada keluarganya.
Karyawan adalah manusia yang hak asasinya harus dilindungi. Oleh karena itu diindonesia diciptakan satu bentuk hubungan antara karyawan dan manajemen yang dikenal hubungan perburuhan pancasila. Dalam hubungan ini ,buruh/ karyawan harus diperlakukan sebagai manusia seutuhnya, artinya karyawan tidak boleh dipelakukan dengan sewenang-wenang.
Bilamana terjadi adanya ketidak sepakatan antara buruh dan manajemen buruh mempunyai senjata yang dapat digunakan untuk menekan pembicaraan antara mereka yaitu :
1. boikot
Pemboikotan dapat dilakukan oleh buruh, missal dengan menolak membeli barang-barang hasil produksi perusahaan.
2. pemogokan
Merupakan cara yang ditempuh oleh buruh ,dengan berhenti bekerja, baik dalam waktu singkat atau lama, sehingga menurunkan perekonomian perusahaan. Diindonesia tidak dibenarkan.
3. penghasutan
Cara ini dilakukan untuk mendukung ,pemogokan yang sudah dilakukan dengan cara mencegah orang lain menjalankan tugas atau mengajak untuk ikut mogok.
4. memperlambat kerja
Dapat dilakukan oleh karyawan dengan cara mengurangi tingkat produktivitas mereka atau mengurangi jumlah produk yang dihasilkan.
Perjanjian kerja bersama ( PKB)
Dengan adanya perjanjian ini, buruh mempunyai kekuatan untuk dapat turut menetukan isi (materi) perjanjian tersebut.isi perjanjian itu meliputi :
Hak-hak buruh
Materi buruh yang dapat dicatumkan kedalam perjanjian kerja bersama antara lain :
1. besarnya gaji/ upah minimal yang harus diterima buruh beserta kenaikannya.
2. tunjangan yang harus diterima
3. hak untuk mendapatkan santunan kecelakaan ditempat kerja
4. hak untuk mendapatkan promosi dengan sistem penilaian yang adil
5. hak untuk meningkatkan keterampikan dan pengetahuan melalui program training yang diberikan oleh perusahaan
6. mendapatkan pesangon bila ia dipecat atau keluar atas kemauan sendiri (apapun alasanya)
7. besarnya pesangon
kewajiban buruh
disamping menuntut haknya buruh dituntut pula oleh pihak pengusaha untuk melaksanakan kewajibannya misalnya :
1. datang bekerja tepat waktu
2. menjaga ketertiban dan suasana kerja serasi
3. berusaha meningkatkan produktivitas
4. mengikuti peraturan yang ditetapkan oleh perusahaan mematuhi tata waktu kerja
5. berusaha untuk selalu dapat melakukan penghematan untuk dapat menekan biaya produksi
6. menyumbangkan gagasan yang bermanfaat untuk kelancaran jalannya usaha dan penekanan biaya produksi
7. bekerja sesuai yang digambarkan dalam deskripsi jabatan
hak pengusaha
hak pengusaha yang dapat dimasukan sebagai materi pembuatan PKB yaitu :
1. hak untuk mengevaluasi kerja karyawan menurut tata cara yang telah disepakati
2. hak menentukan / memilih / seseorang yang dianggap baik untuk menjadi pimpinan
3. hak untuk menegur / mengarahkan bila terdapat karyawan yang dipandang bertindak menyimpang sehingga merugikan perusahaan
4. hak memberi promosi dan devisi kepada karyawan
5. hak untuk memecat, sesuai dengan prosedur yang berlaku
kewajiban pengusaha
kewajiban pengusaha yaitu :
1. memberikan semua hak karyawan yang telah disepakati bersama, gaji, promosi, santunan, jaminan, dan sebagainya
2. memperlakukan semua karyawan secara adil
3. memberikan fasilitas kepada karyawan, tempat ibadah, sekolah, rekreasi dan sebagainya.
Macam –macam perjanjian kerja
Pada dasarnya terdapat 3 macam perjanjian kerja bersama yaitu :
1. closed shop agreement
Perjanjian kerja ini hanya berlaku bagi pekerja / buruh yang telah tergabung menjadi anggota serikat (persatuan). Jadi pengusaha hanya boleh mempekerjakan para anggota satu buruh saja.
2. union shop agreement
Persetujuan ini menharuskan kepada para pekerja untuk menjadi anggota serikat dalam periode waktu tertentu sesudah ,mereka bekerja.
3. open shop agreement
Persetujuan ini memberikan kebebasan kepada para anggota untuk menjadi atau tidak anggota serikat.
Konflik dalam hubungan kerja
Konflik dalam hubungan kerja ini bisanya terjadi apabila kepentingan kedua belah pihak,antara pihak buruh dan pengusaha terganggu.penyelesaian konflik ini dapat dilakukan dalam beberapa tahap yaitu :
1. diselesaikan oleh mandor (foreman) sebagai wakil perusahaan, bersama dengan wakil buruh dalam bagian itu.
2. bilamana dengan cara penyelesaian pertama tersebut mengalami kemacetan, maka masalah tersebut dieslesaikan ketingkat yang lebih tinggi, yaitu antara kepala bagian dengan wakil buruh bagian yang bersangkutan
3. apabila masih terjadi kemacetan, masalah ini diselesaikan pada tingkat lebih tinggi lagi , oleh manajer sebagai wakil perusahaan dan wakil serikat buruh perusahaan tersebut
4. apabila masih belum terselesaikan, masalah tersebut dibawa keperundingan antara wakil perusahaan dan wakil buruh dengan penegah, yaitu panitia penyelesaian perselisihan perburuan tingkat daerh (p4d), atau tingkat pusat (p4p),bila tingkat daerah tidak mampu terselesaikan.
5. apabila belum juga dapat diselesaikan, maka penyelesaian tahap terakhir oleh dewan arbitrasi. Segala keputusan yang diambil oleh dewan ini, mempunyai kekuatan hukum yang bersifat mengikat kedua belah pihak.
Perantara dalam pemecahan konflik
Terdapat 3 macam cara pemecahan konflik dengan menggunakan perantara yaitu :
1. konsiliasi
Menunjukan suatu usaha untuk mempertemukan kedua belah pihak, antara buruh dengan pengusaha, untuk membahas dan menyelesaikan masalah yang mereka hadapi. Konsiliator sebagai pendamai tidak mempunyai wewenang apapun dalam mencapai persetujuan tersebut.
2. mediasi
Pihal ini bertindak sebagai mediator hanya wewenang untuk memberikan saran-saran kepada kedua belah pihak bagaimana masalah harus dipecahkan. Mediator tidak mempunyai wewenang untuk memaksakan saran yang diberikan.
3. arbitrasi
Keputusan yang diambil oleh arbitrator (belerai), bersifat mengikat kedua belah pihak dan mempunyai kekuatan hukum.
Macam-macam arbitrasi
Ada 3 arbitrasi yaitu:
1.arbitrasi sukarela ( voluntary arbitration)
Suatu cara pemecahan konflik yang macet, dengan secara sukarela kedua belah pihak membawa masalah tersebut kepada arbitrator.
2. arbitrasi paksaan ( compulsory arbitration)
Suatu keharusan yang berlaku , bagi pihak buruh maupun pengusaha, untuk menyelesaikan konflik yang macet (deadlock) dengan melalui arbitrator. Biasanya diatur dengan peraturan yang dibuat oleh pemerintah.
3. arbitrasi otomatis (automatic arbitrator)
Cara ini dilakukan apabila setiap kali terjadi masalah yang tidak terselesaikan maka langsung dibawa kepada arbitrator, dan biasanya tercantum didalam salah satu dictum pada perjanjian kerja bersama (PKB) yang mereka buat sebelumnya.
Lembaga BIPARTITE dan TRIPARTITE
Lembaga bipartite mendasar diri pada pengertian bahwa setiap masalah yang timbul dari hubngan perburuan merupakan tanggung jawab kedua belah pihak yaitu, pihak buruh dan pengusaha harus diselesaikan oleh mereka sendiri.
Lembaga tripartite mendasarkan pada pengertian bahwa setiap masalah yang timbul dari hubungan perburuan adalah merupakan tanggung jawab buruh, pengusaha dan masyarakat yang dalam hal ini diwakili oleh pemerintah. Sehingga setiap masalah perburuan yang terjadi, harus dapat diselesaikan oleh ketiga unsur tersebut.
Mencegah konflik
Konflik antara buruh dengan pengusaha tidak mungkin dihindarkan sama sekali. Sebab paling utama adalah karena pada dasarnya mmempunyai perbedaan kepentingan dan tujuan ,disamping masalah lain yang timbul karena faktor manusia. Jika tidak mungkin menghindarkan sama sekali dari konflik tersebut maka cara yang dapat ditempuh adalahnya mencegahnya : melalui berbagai usaha sebagai berikut :
1. melaksanakan lembaga keluhan (grievance)dengan baik
Menampung keluhan yang disampaikan oleh buruh , kemungkinan berusaha untuk mengatasinya dengan tuntas, sehingga keresahan tidak timbul karenanya.
2. mengadakan survey gairah kerja (morale)secara rutin
Untuk mencari sebab keresahan yang akan menyebabkan turunnya gairah kerja dan kemudian berusaha memperbaiki kesalahnya
3. menyelenggarakan lembaga bimbingan dan penyuluhan ( guidance & counseling)
Setiap keresahan buruh bisa disebabkan menyebabkan gangguan psychologik, yang dapat menyebabkan pula suasana kerja tidak serasi, dan menurunya produktivitas. Masalah demikian hanya dapatdipecahkan melalui masing-masing individu oleh suatu lembaga yang dikenal dengan nama bimbingan & penyuluhan yang ditangani oleh para ahli psychology.
4. mengikut sertakan buruh dalam pengambilan keputusan
Dengan peran serta (partisipasi) semacam ini, akan memberi pengaruh psychologik kepada buruh untuk mensukseskan semua program perusahaan, sehingga dengan demikian setidak-tidaknya berbagai masalah yang timbul dapat dicegah.
Langganan:
Postingan (Atom)